Pernikahan Joko Gondel dan Sri Gondel Awali Musim Panen Kopi di Kawisari 

Pernikahan Joko Gondel dan Sri Gondel Awali Musim Panen Kopi di Kawisari 

14 butih kopi terbaik yang ditempatkan dalam bokor, diarak dalam upacara panen kopi di Perkebunan Kopi an Sengon Kawisari, Blitar (Shuvia Rahma / aremamedia.com)

BLITAR – Sabtu (30/6/2018), kemeriahan perkebunan dan pabrik Kopi Kawisari di Wlingi, Blitar tak seperti biasanya. Para pekerja perkebunan tampak menyiapkan banyak makanan. Janur kuning melengkung menghiasi beberapa bagian di kawasan pabrik. Hari itu, para pekerja pabrik tengah menyiapkan perkawinan Joko Gondel dan Sri Gondel.

Jangan salah, dua nama tersebut bukanlah manusia, melainkan butir buah kopi terbaik yang dipetik perdana sebagai penanda dimulainya musim panen kopi di Kawisari. Joko Gondel adalah simbol untuk putik, sedangkan Sri Gondel adalah benang sari. Pernikahan keduanya menjadi ritual wajib turun temurun sebagai upacara mengawali panen kopi di Kawisari.

Sesepuh Perkebunan kawisari, Suwari menjelaskan, ritual pernikahan kopi merupakan tradisi turun-temurun sejak 1870. Upacara pernikahan kopi sejatinya merupakan wujud rasa syukur atas hasil panen yang diberikan oleh alam kepada manusia.

Ritual itu sendiri diawali dengan selamatan di beberapa punden (lokasi yang dipercaya sebagai tempat roh suci), diantaranya Mbah Gandul dan Selo Tumpuk. Selamatan digelar dalam dua versi, Hindu dan Islam.

Selamatan di punden Mbah Gandul (Shuvia Rahma / aremamedia.com)