Perjalanan Spiritual Diana di Tengah Keluarga Multiagama

Perjalanan Spiritual Diana di Tengah Keluarga Multiagama

Diana Monica Hartanto dengan hijab setelah memeluk agama Islam. (Foto: istimewa)

BATU – Perjalanan spiritual Diana Monica Hartanto terbilang unik. Hidup di tengah keluarga muslim, sejak kecil ia bersama adiknya justru memeluk agama Kristen. Keluarganya begitu toleran terhadap keputusan spiritual masing-masing anggota keluarga. Karena hidayah Allah Swt, perempuan kelahiran Malang 5 Desember 1994 ini memutuskan masuk Islam pada awal tahun 2019.

“Awalnya saya dan adik saya Kristen di tengah keluarga saya semua islam. Dari kecil saya sudah ke gereja dan orang tua tidak masalah,” jelas dia.

Meski Diana memiliki keinginan untuk masuk Islam sejak 2017, kebulatan tekadnya baru terjadi tahun ini. Ia ingin beribadah dengan orang-orang terdekatnya karena di hatinya terasa lebih damai setelah memeluk Islam.

“Bagi saya menjadi mualaf tidak berarti harus melupakan ajaran baik dari agama lain. Tetap menghargai Agama lain selayaknya saya sebelum masuk Islam, karena prinsip saya tetap menghargai semua agama,” sambungnya.

Kegelisahan hatinya untuk masuk Islam melalui bimbingan Kyai Abu Said, salah satu tokoh Agama di Kota Batu. Alhamdulillah tidak ada pertentangan dari keluarga. Semua mendukung keputusannya.

“Mereka senang dan menerima saya sebagai keluarga baru setelah tahun lalu adik saya lebih dulu memeluk Islam. Bahkan Papa saya dulunya sebelum muslim adalah Konghucu,” terangnya.

Keluarga pluralis dalam kehidupan Diana adalah anugerah paling berharga baginya, sebab tidak pernah ada pemaksaan keyakinan. Menurutnya, beragama bukan permasalahan keturunan melainkan panggilan iman. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad