Peringati Hari HAM Nelayan, Sejumlah Komunitas di Jember Adakan Resik Pantai

Peringati Hari HAM Nelayan, Sejumlah Komunitas di Jember Adakan Resik Pantai

Anggota komunitas saat melakukan bersih-bersih di Pantai Payangan Jember. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin)

JEMBER – Sejumlah komunitas di Jember yang tergabung dalam komunitas Luar Kelas, Matahari Millenial dan Kelompok Nelayan Lumba-lumba mengadakan resik pantai Payangan, Jember, Jawa Timur, Sabtu (18/1/2020) pekan lalu.
Kolaborasi ini dilakukan dalam rangka memperingatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Nelayan dan Hari Dharma Samudera. Kegiatan kali ini dipilih secara inovatif untuk masyarakat sekitar pesisir pantai.
Segenap komunitas itu, terlihat sangat bersemangat dalam melakukan gerak bersih lingkungan. Diikuti oleh 25 volunteer dalam rangka melestarikan alam yang ada.
Menurut ketua komunitas Luar Kelas, Kirana Asya Riadi, kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 07.30-10.00 WIB. Para volunteer melakukan pemilahan sampah, guna memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, bahwa kebersihan pantai sangat diperlukan.
“Angka pencemaran sampah di pantai Payangan masih sangat tinggi. Oleh sebab itu, peran pemuda menjadi sangat utama dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Jadi, muncullah ide untuk mengadakan kegiatan disini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ucapnya.
Kecantikan pantai Payangan hakikatnya sudah asri dan indah, namun tingginya penggunaan plastik menjadi pemicu ketidak nyamanan saat menikmati alam. “Dengan dilakukannya bersih-bersih ini akan menjadikan tempat ini lebih terkenal lagi akan kebersihannya, selain keindahan alamnya yang cukup memukau juga didorong oleh kebersihan yang ada,” imbuhnya.
Untuk diketahui, sebelum diadakannya resik pantai ini, para komunitas itu juga menggelar edukasi dan sosial kepada anak-anak dan warga setempat. Dimulai dengan outdoor learning untuk anak, teras cantik untuk Ibu-ibu dan bioskop desa untuk seluruh masyarakat Payangan.
“Alasan pemilihan masyarakat nelayan, dilatar belakangi oleh hak-hak nelayan dalam segala bidang. Nelayan dan keluarga tentu memiliki hak yang sama utamanya di pendidikan. Meski hanya terdapat 25 relawan, namun tidak menghentikan dalam memberikan inisiasi kepada masyarakat,” tutupnya.(*)

Penulis: Muhammad Nurul Yaqin

Segala isi naskah di citizen journalism ini menjadi tanggung jawab penulis

sepenuhnya dan tidak termasuk berita yang menjadi tanggung jawab redaksi