Peradi Siap Back Up Aremania

Peradi Siap Back Up Aremania

Jajaran pengurus Peradi usai menerima prewakilan aremania ( Djoko Winahyu / aremamedia.com)

MALANG – Tragedi berdarah di menit akhir laga Arema FC Versus Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018) lalu, menjadi perhatian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peradi RBA (Rumah Bersama Advokat) Malang.

Sejumlah perwakilan Aremania mendatangi kantor LBH jalan Kawi 29 Malang. Mereka mengeluhkan insiden yang berbuntut meninggalnya satu orang aremania itu. Kedatangan Aremania ini  mendapat respon serius dari pelindung LBH Peradi RBA Malang, Yayan Riyanto SH MH.

Yayan  menuturkan, aremania adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan kesuksesan Arema FC, sehingga layak jika manajemen Arema FC memberikan perhatian dan kontribusi positif dalam penyelesaian masalah yang tengah terjadi saat ini

“Karena aremania senantiasa akan selalu setia menemani Arema FC di masa lalu dan di masa yang akan datang,” ucapnya.

Yayan menambahkan, aremania merupakan penonton sepakbola yang telah membeli tiket resmi , sehingga memiliki hak untuk memperoleh perlindungan keamanan dan kenyamanan selama pertandingan dan di dalam stadion.  Sehingga Peradi juga mengecam tindakan kepolisian dan match steward.

“Kami mendesak pihak panitia pelaksana dan kepolisian bertanggungjawab penuh dan melakukan klarifikasi terbuka dan investigasi kejadian tersebut,” tegasnya.

 

Dalam beberapa suasana yang terekam kamera fotografer, match steward dinilai bertindak arogan dalam mengamankan situasi. Terlebih, kepolisian sampai melakukan penembakan gas air mata di tribun selatan sehingga menimbulkan korban luka.

“Panitia pelaksana pertandingan wajib untuk membuat rencana pengamanan (security plan) dibuat berdasarkan FIFA Safety Guidelines dan juga regulasi baru Liga 1 LIB dan PSSI,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua tim pendampingan, Edy Rudianto SH mengatakan harus ada yang bertanggungjawab secara hukum dan investigasi mendalam atas korban luka-luka dan meninggal dunia.

“Insiden ini tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari.” pungkasnya.

Terpisah Ketua Panpel Arema FC, Abdul Harismengatakan bahwa H-3 pertandingan sesuai Standart Operasional (SOP), Panpel sudah melakukan rapat kordinasi dengan pihak keamanan dan perangkat pertandingan.

“Apalagi lawan Arema kan Persib Bandung, yang pastinya penonton akan membludak,” jelas Haris.

Haris menegaskan, manajemen berkomitmen untuk bertangung jawab atas musibah yang menimpa aremania. Ia mengaku, manajemen telah melakukan komunikasi intensif baik dengan korban maupun keluarga yang terdampak kerusuhan tersebut.

“Bahkan sampai saat ini  posko pengaduan masih kita buka,”pungkas Haris.

 

Pewarta:Djoko Winahyu

Editor : Shuvia Rahma