Penipuan Dosen Seret Nama Kasi Pidsus Kejari

Penipuan Dosen Seret Nama Kasi Pidsus Kejari

ilustrasi

KEPANJEN – Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum dosen di Universitas Ternama di Kota Malang (Fakultas Hukum Universitas Brawijaya-red) dengan inisial PT yang dilaporkan Kepala Desa (Kades) Sukolilo, Kecamatan Wajak, akan berbuntut panjang.

Sebab, pernyataan terlapor (PT) jika uang yang dia minta dari Kades Sukolilo, untuk diberikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, hal itu sontak membuat Kasi Pidsus Kejari Kepanjen kaget dan membantah tudingan tersebut.

“Itu tidak benar jika saya meminta uang kepada PT atas kasus dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) /Alokasi Dana Desa (ADD) seperti apa yang dia katakan Kades Sukolilo. bahwa PT telah mencatut nama dan jabatan saya,” tegas Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Kabupaten Malang Seno SH, Rabu (7/6), saat menghubungi salah satu awak media melalui telepon selulernya.

Baca:Dosen Tipu Kades, Korban Siapkan Bukti Rekaman Penyerahan Uang

Menurut dia, dalam kasus apa pun terkait dengan tindak pidana atau melanggar hukum, dan apalagi kasus dugaan korupsi, pihak Kejaksaan tidak pernah akan berhenti atau terus melakukan proses hukum hingga ke persidangan di Pengadilan Negeri (PN).

Sehingga nantinya terdakwa dinyatakan bersalah atau tidak, maka palu Hakim yang akan menentukan. Dan di Kejaksaan tidak ada makelar kasus (markus), jika ada orang lain yang menyatakan orang Kejaksaan meminta uang agar kasus pidana hukum tidak di proses dan dilanjutkan ke tingkat hukum selanjutnya, yang jelas itu tidak benar dan bohong.

“Saya akan memanggil PT untuk melakukan klarifikasi atas pernyataannya, yang katanya saya telah meminta uang agar kasus dugaan penyelewengan DD / ADD tidak diproses secara hukum atau di hentikan,” ujar Seno.

Dikesempatan itu, Kasi Pidsus ini juga menegaskan, jika kasus dugaan penyelewengan DD/ADD di Desa Sukolilo tetap terus diproses hukum. Dan sekarang kasus itu sudah pada tingkat penyidikan.

Untuk itu, ia pun menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang jangan mudah percaya dengan siapa pun yang mengatakan jika bisa membantu proses hukum, sehingga bisa menghentikan kasus yang telah ditangani Kejaksaan.

“Dalam kasus dugaan korupsi tidak ada kata tidak lanjut ke proses hukum, dan itu pasti kita lanjut hingga ke persidangan,” jelas Seno.(tos/ara)