Pengawas UNBK SMA yang ‘Bocor’ Dipastikan Dapat Sanksi

Pengawas UNBK SMA yang ‘Bocor’ Dipastikan Dapat Sanksi

Mendikbud, Muhadjir Effendi melayani wawancara jurnalis usai Festival Kebangsaan di UMM, Sabtu (6/4/2019). (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendi memastikan pengawas UNBK SMA mata pelajaran matematika yang bocor akan mendapat sanksi.

“Pasti diberi sanksi karena dianggap teledor mengawasi peserta ujian,” tegasnya usai Festival Kebangsaan di UMM, Sabtu (6/4/2019).

Menurut Muhadjir, pihaknya berani memberi sanksi pengawas karena diketahui titik-titik ‘kebocoran’. “Titik-titik itu menyebar antara Bali sampai Manado. Jawa ada. Jawa Timur juga ada,” katanya seraya tersenyum

Lebih lanjut Muhadjir membantah istilah bocor. “Itu bukan bocor sebenarnya. Hanya anak-anak iseng yang menyebarkan soal-soal UNBK,” kilah mantan Rektor UMM ini.

Permasalahan ini berawal dari media sosial yang menyebarkan foto-foto soal ujian mata pelajaran matematika tingkat SMA / K. Tersedia 19 grup obrolan Line Square yang tersedia. Masing-masing diberi nama mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional.

Grup ”Mapel UNBK SMA / K” memiliki anggota terbanyak, yaitu 2,005 orang.Tindakan membocorkan soal ini dilakukan oknum siswa yang ikut ujian sesi satu dan dua. Jawaban atas soal itu lantas diunggah di grup. Tentu saja menguntungkan siswa yang mengikuti ujian di sesi dua dan tiga. (Baca juga: Kebocoran Soal Matematika, Begini Reaksi Mendikbud)

Dikatakan Muhadjir, ujian nasional bukan dasar kelulusan. Pelaksanaannya merupakan catatan siswa di perguruan tinggi untuk dunia kerja karena industri dan PTN (Perguruan Tinggi) masih menggunakan metode ujian

“Ujian nasional diutamakan pada motivasi intrinsik dan ekstrinsiknya. Jadi anak dirangsang bukan bisa berhasil, tetapi dari kesadaran anak. Karena itu dia belajar kemampuan itu penting,” katanya.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal