Pengakuan Sugeng Terbukti, Ia Tidak Membunuh Meski Memutilasi Jenazah Mrs. X

Pengakuan Sugeng Terbukti, Ia Tidak Membunuh Meski Memutilasi Jenazah Mrs. X

Barang bukti beberapa pakaian korban mutilasi saat di amankan oleh petugas dari Polresta Malang Kota (Foto: Istimewa)

MALANG – Polda Jatim telah mengumumukan hasil otopsi pada Jumat (16/5/2019) dengan tegas menyebut wanita yang ditemukan termutilasi menjadi enam bagian di eks Gedung Matahari Departemen Store Pasar Besar, Malang, Selasa (14/5) lalu bukanlah korban pembunuhan. Wanita yang hingga kini belum terungkap identitasnya itu ternyata mengidap suatu penyakit yang menyerang organ paru-paru akut, hingga ia meregang nyawa.

Meski demikian, tatus Sugeng, warga Jodipan yang mengaku melakukan mutilasi tubuh wanita muda di Pasar Besar, masih dinyatakan sebagai terduga pelaku sejak dua hari diperiksa intensif di Polres Malang Kota.

Polres Malang Kota belum melepas Sugeng meski ia belum dijerat pasal. Tindakan sementara, Sugeng diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena memiliki perilaku gangguan mental, dinyatakan tim psikiater.

“Dari awal kita kan tidak melakukan penahanan, Sugeng cuma diperiksa. Tapi kita sudah mengamankan beberapa bukti kuat Sugeng adalah pelaku mutilasi terlebih dia mengakuinya,” ujar Kapolresta Malang Kota AKBP Asfuri, MH, S.I.K.

Namun demikian, menurut Asfuri Pasal 181 KUHP (Pasal menghilangkan mayat) bisa menyeretnya ke jalur hukum sebab terbukti memutilasi mayat,” tegas Asfuri.

” Tapi pasal lain yang juga akan dicermati adalah Pasal 44 KUHP. Pasal 44 KUHP menyebutkan seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana atau bisa bebas dari hukuman jika cacat kejiwaan atau terganggu karena penyakit,” tandasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad