Penerimaan Cukai Malang Rp 20 Triliun, Lebihi Target 103 Persen

Penerimaan Cukai Malang Rp 20 Triliun, Lebihi Target 103 Persen

MALANG — Penerimaan cukai di wilayah Malang pada 2018 lalu mencapai Rp20,161 triliun. Capaian ini melebihi target Rp19,561 triliun atau 103,07 persen.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPP BC) Tipe Madya Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan, mengatakan, cukai rokok tetap yang terbesar menyumbang capaian target.

Secara rinci, kata Rudy saat konferensi pers, Selasa (8/1/2019), penerimaan bea masuk sebesar Rp30,398 miliar, cukai hasil tembakau sebesar Rp19,885 triliun, cukai etil alkohol Rp41,201 miliar. “Ada juga cukai MMEA Rp199,807 miliar, denda administrasi cukai Rp1,999 miliar, denda administrasi pabean Rp4,3 juta dan cukai lainnya Rp2,637 miliar,” terangnya.

Ditambahkan Rudy, dua sektor yakni bea masuk dan cukai rokok melebihi target. “Untuk bea masuk sebesar Rp39,398 miliar atau 122,48 persen dari target, sedangkan cukai hasil tembakau mencapai 103,77 persen dari target,” ujarnya.

Terdapat beberapa hal yang membuat penerimaan Bea Cukai tumbuh. “Antara lain, extra effort Bea Cukai Malang dalam bentuk peningkatan pengawasan rokok dan minuman keras ilegal. Terakhir, ini salah satu keberhasilan dari reformasi kepabeanan dan cukai,” katanya.

Rudy juga mengaku munculnya PMK-146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, pihaknya memiliki pengguna baru di bidang hasil pengelolaan tembakau lainnya (HPTL) atau dikenal sebagai produsen liquid vape.

Bea Cukai Malang sendiri memiliki lima pengusaha HPTL yang sejak Oktober-Desember 2018 telah berkontribusi sebesar Rp4,632 miliar.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal