Pemkot Malang Hanya Imbau Masyarakat Tidak Salat Ied di Masjid Tanpa Sanksi

Pemkot Malang Hanya Imbau Masyarakat Tidak Salat Ied di Masjid Tanpa Sanksi

Caption:
Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Sekkota Malang, Wasto. (Foto: istimewa)

MALANG – Rapat koordinasi antara Wali Kota Malang dan tokoh agama membahas pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H berlangsung Rabu (20/5/2020) pagi tadi.

Hasilnya ternyata hanya imbauan dari Wali Kota Malang agar masyarakat salat Ied di rumah, tanpa diiringi sanksi bagi yang melanggar imbauan tersebut.

Rapat yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut tujuannya memang sosialisasi lewat tokoh-tokoh agama agar tidak salat Ied di lapangan atau masjid. Dengan kata lain, salat Ied dilakukan di rumah masing-masing.

“Kami tidak melarang masyarakat untuk beribadah, hanya mengimbau agar masyarakat dapat beribadah di rumah masing-masing selama masa pandemi ini,” tutur Sutiaji.

Dalam kaitan itu pula, lanjut Sutiaji, dirinya hanya sebatas menyampaikan kebijakan dari pemerintah pusat dan Pemprov yang menekankan agar salat Ied diminta sangat untuk ditiadakan, utamanya pada zona-zona merah.

“Sesuai hierarki dan memperhatikan UU 23/2019 tentang pemerintah daerah, maka sebagai bagian utuh dari pemerintahan secara menyeluruh maka Pemkot Malang tegak lurus dengan kebijakan tersebut” lanjutnya.

Sementara itu, peserta rakor yang meliputi para takmir masjid dan perwakilan organisasi keagamaan di Kota Malang memiliki dua pandangan menyikapi imbauan tersebut. Pertama, mengikuti arahan pemerintah untuk melaksanakan salat Ied di rumah saja; Kedua, juga ada yang menyampaikan harapannya untuk tetap bisa melakukan sholat ied dengan memberlakukan prot covid atau meminta Walikota Malang untuk mengeluarkan Surat Edaran yang melarang secara tegas.

Sutiaji lantas dengan tegas menyatakan Pemkot Malang tidak akan memgeluarkan regulasi baru yang sifatnya melarang.

“Kami sudah ada Perwal 17/2020 tentang PSBB Kota Malang, berkaitan dengan kegiatan dan atau aktivitas ibadah dengan jamaah diperbolehkan memperhatikan protokol covid secara ketat, dan penyelenggara bertanggung jawab sepenuhnya dalam pelaksanaannya” ujar Sutiaji lagi.

Namun demikian, wali kota lebih menekankan dengan imbauan agar salat Ied tidak digelar serta meminta agar masyarakat tidak takbir bersama dan meniadakan acara halal bi halal yang berpotensi untuk mengumpulkan banyak massa. “Ya itu semua dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19,” sambungnya.

Sebagai tidak lanjut dari pertemuan tersebut akan dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama atas keputusan untuk tidak melaksanakan Sholat Idul Fitri di wilayah Pemerintah Kota Malang. (*)

Pewarta : Noordin Djihad