Pariwisata Batu Turun 30 Persen

Pariwisata Batu Turun 30 Persen

Antisipasi penularan virus dengan hand sanitizer, dilakukan oleh pengelola wisata di Batu. (Foto- ist)

BATU – Virus Corona atau Covid-19, ikut mempengaruhi dunia wisata Kota Batu. Setidaknya pariwisata di kota ini mengalami penuruan sekitar 30 persen. Akibatnya Ahad, (15/3/2020) Kota Batu tidak seperti biasa. Lengang, tak ada kemacetan berarti.

“Jelas berpengaruh. Masyarakat lebih memilih menahan diri di rumah sejak adanya wabah virus Corona. Hal ini memang berdampak pada sektor pariwisata, termasuk di Kota Batu,” ungkap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Persentase penurunan kurang lebih 30 persen, lanjut Dewanti, terjadi pada beberapa tempat wisata unggulan di Kota Batu. “Ketika minim pengunjung, jelas nilai transaksi perniagaan di lokasi wisata berdampak meski tidak drastis,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Dewanti mengimbau kepada masyarakat yang mencari nafkah di tempat wisata untuk selalu mengedepankan Operational Prosedur (SOP) kesehatan yang telah dibuat oleh pengelola wisata. “Menyemprotkan cairan disinfektan, lalu memberikan hand sanitizer, hingga melakukan pengecekan suhu tubuh setiap kali wisatawan masuk di setiap tempat wisata. Itu harus dilakukan,” tegasnya.

Penurunan angka kunjungan wisatawan juga diakui oleh Manager Marketing & Public Relation Jatim Park Group Titik S. Ariyanto. “Memang ada penurunan jumlah wisatawan di setiap Jatim Park Group, hanya saja tidak signifikan. Kami masih akan memantau lebih jauh perkembangan kondisinya untuk menentukan langkah selanjutnya,” papar Titik.

Ditegaskan oleh dia, Jatim Park Group terus melakukan pencegahan dengan melakukan antisipasi di setiap pintu masuk wisata, dengan memberikan hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh. “Kita semua tahu ini situasi sulit. Namun jika kita cukup dengan bertahan di rumah, itu bukan solusi. Kami selaku penyedia tempat wisata, sedemikian mungkin turut berpartisipasi melakukan pencegahan,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad