OPS Semeru Resmi Digelar, Delapan Pelanggaran Jadi Prioritas

OPS Semeru Resmi Digelar, Delapan Pelanggaran Jadi Prioritas

Wakapolres Batu Kompol Zein Mawardi mendampingi Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, ditengah apel pasukan OPS Semeru. (Foto: Doi Nuri)

BATU – Sebanyak 40 personel dari Polres Batu disiagakan, guna terlibat dalam Operasi Patuh Semeru 2019 mulai digelar serentak hari, Kamis (29/8/2019) hingga Rabu, (11/9/2019). Delapan jenis pelanggaran menjadi prioritas untuk ditindak dalam operasi yang akan dilaksanakan selama dua pekan ini.

Delapan pelanggaran prioritas yang dimaksud, menurut Wakapolres Batu Kompol Zein Mawardi adalah pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar, mengendarai kendaraan roda empat dengan tidak memakai safety belt, dan berkendara melebihi batas kecepatan.

“Begitu juga mengendarai kendaraan di bawah pengaruh narkoba atau miras menjadi sasaran operasi. Lalu kami akan tindak pengendara di bawah umur, juga pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara,” tegas Wakapolres itu.

Penindakan kepada pengendara yang melawan arus, dan gunakan lampu rotator atau strobo, lanjut Zein. “Delapan pelanggaran prioritas itu sering kali menimbulkan Lakalantas. Semoga edukasi dalam Operasi Patuh Semeru ini dapat mengurangi korban laka lantas mendatang,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2018 semester ke dua ada sejumlah 117 laka lantas. Sedangkan di tahun 2019 semester pertama ada peningkatan sejumlah 143 laka lantas. Sementara untuk jumlah korban meninggal dunia (MD) tahun 2018 semester dua sebanyak 17 orang. Sedangkan di tahun 2019 semester satu sejumlah 14 orang.

“Mengacu pada tahun 2018 semester ke dua dengan tahun 2019 semester pertama, catatan laka lantas meningkat sekitar 22 persen. Artinya dari pelanggaran lalu lintas, mendominasi sebab atau muasal peristiwa, karena banyak pengendara tidak menghiraukan rambu dan aturan lalu lintas. Karena itu kami tertibkan,” tandasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad