OJK Ultah ke-9, Bagi-bagi Sarana Cuci Tangan untuk Masjid

OJK Ultah ke-9, Bagi-bagi Sarana Cuci Tangan untuk Masjid

Penyerahan Bantuan Sosial oleh Kepala OJK Malang Sugiart (kanan) kepada Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko didampingi Kasuwi Saiban, Wakil Ketua Pimpinan Daerah DMI Kota Malang. (Foto: Ist-aremamedia.com)

MALANG — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) melakukan bakti sosial.

Diwakili Pemerintah Kota Malang, OJK menyalurkan bantuan 100 unit sarana cuci tangan senilai Rp200 juta. “Unit ini akan dibagikan ke 100 masjid di Kota Malang,” kata Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, S.E, M.Ak, Kamis (20/11/2020).

Bantuan sosial ini, lanjut Suagiarto, tidak hanya disalurkan ke masjid dan musala, namun juga ke sekolah-sekolah, perbaikan jalan serta bantuan untuk penataan area pedestrian. “Seluruh biaya berasal dari iuran pegawai OJK yang dikumpulkan dan kemudian disalurkan sesuai peruntukannya,” jelasnya.

Menurut Sugiarto, kegiatan sosial ini sebagai aksi kepedulian OJK terhadap masyarakat sejak mewabahnya pandemi Covid-19. “Sekaligus membangun model sosialisasi yang inklusif dan efektif bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sugiarto juga menambahkan, OJK Malang terus mendorong kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan akses layanan Industri Jasa Keuangan (IJK) lebih baik.

“Kami optimis bila masyarakat mendapatkan layanan IJK yang memadai dan sesuai kebutuhan, kinerja sektor jasa keuangan akan kembali menguat. Dampaknya tentu saja positif pada perekonomian nasional,” papar pria kelahiran Palembang ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Malang Bapak Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko mengapresiasi kegiatan sosial OJK Malang.

“OJK Malang bersama Pemkot Malang berkomitmen membantu masyarakat menangani Covid-19. Termasuk membantu peningkatan UMKM yang terdampak Covid-19, salah satunya melalui Progam OJIR (Ojok Percoyo Karo Rentenir),” ujarnya.

Dikatakan Edi, OJIR merupakan salah satu program Kerja unggulan TPAKD Kota Malang untuk mengurangi ketergantungan terhadap rentenir atau entitas kredit informal/ilegal.

“Program OJIR ini merupakan hasil inisiasi OJK Malang melalui tim TPAKD Kota Malang bersama PD BPR Tugu Artha dan BazNas Kota Malang,” kata Edi yang berharap gerakan ini bisa menjadi solusi keuangan Inklusi di Kota Malang.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Sumber : Rilis OJK