Musim Kemarau, Batu Waspada Kebakaran Hutan, Malang Waspada ISPA

Musim Kemarau, Batu Waspada Kebakaran Hutan, Malang Waspada ISPA

Rumah sakit, puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan dimaksimalkan untuk mencegah ISPA memasuki musim kemarau. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

MALANG – Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), menjadi konsentrasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memasuki musim kemarau. Dikhawatirkan debu dan udara dengan kelembaban kering mampu membuat seseorang terjangkit infeksi ini.

Kota Malang mencatatkan, hingga Mei 2019 tercatat ada 5.224 kasus ISPA. Jumlahnya tersebar di lima kecamatan di Kota Malang. Kepala Dinkes Kota Malang Supranoto menyampaikan, sepanjang 2018, ditemukan 78.457 kasus ISPA.

“Jumlah warga yang mengidap ISPA tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. biarpun begitu, masyarakat wajib menjaga kesehatan diri dengan memastikan kebersihan badan dan lingkungan. Dengan imunitas yang kuat, menjadikan seseorang tidak gampang tertular penyakit,” tegasnya.

ISPA memang menjadi salah satu bentuk penyakit yang banyak menyerang tubuh manusia saat musim kemarau datang. Karenanya selama kemarau, dia mengimbau agar masyarakat rutin mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktivitas di luar rumah. Selain itu, menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga serta minum air putih.

“Perlu diketahui, ISPA itu salah satu jenis penyakit yang bisa menyerang segala usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Penularan dapat terjadi melalui udara yang dihirup atau lewat cairan yang mengandung virus atau bakteri yang melekat pada permukaan benda saat seseorang menyentuhnya,” imbuhnya.

Imbauan semacam ini di sampaikan disemua pusat-pusat kesehatan. Harapannya, masyarakat Kota Malang bisa terhindar dari ISPA. Jika di Kota Batu BPBD sedang bersiaga terkait kebakaran hutan di musim kemarau, Kota Malang siaga ISPA di musim kemarau kali ini.

“Media pencegahan yang paling simple dan efektif itu dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad