Meski Beraksi Sendiri MK Sanggup Gelapkan Belasan Kendaraan Rental

Meski Beraksi Sendiri MK Sanggup Gelapkan Belasan Kendaraan Rental

Tersangka Mohammad Khamim alias MK didampingi Kapolres, Kasat Reskrim dan Kasubag Humas Polres Batu. (Foto: Doi Nuri - aremamedia.com)

BATU – Tersangka penggelapan mobil dan motor rental di area Malang Raya, berhasil diamankan oleh Reskrim Polres Batu tanggal 27 September 2019 di daerah Sengkaling, Kabupaten Malang. Uniknya, meski berhasil menggelapkan sembilan motor dan tiga mobil, tersangka Mohammad Khamim (29) sama sekali tidak menggunakan identitas palsu.

Diketahui, laki-laki asal Kabupaten Bojonegoro yang baru saja tiga tahun tinggal di Dusun Binangun, Desa/Kecamatan Bumiaji Kota Batu ini, menurut pengakuan tersangka pada gelaran pers rilis, Senin (7/10/2019) dirinya terlilit utang Rp 100 juta. Karena desakan masalah tersebut, pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini nekad melancarkan aksinya, dengan modus menyewa kendaraan.

“Tersangka kami tangkap, setelah adanya dua laporan dari korban penggelapan yaitu, Febriani Werang (39) asal Jalan Lesti Kota Batu dan Erwin Prasetyo asal Jalan Donowarih Kota Batu,” ungkap Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK. MIK

Mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim itu menambahkan, sembilan barang bukti berupa kendaraan meliputi satu mobil xenia warna putih dengan nopol N 1551 BN. Kemudian delapan motor matic dan dan satu motor Satria F nopol K 5261 EM. Sementara, dua mobil lainnya masih dalam penyelidikan Polres Batu.

Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Hendro Triwahyono M.H menambahkan bahwa modus penggelapan yang dilakukan tersangka adalah dengan menyewa kendaraan bermotor kepada personal. Bukan melalui agen jasa persewaan kendaraan bermotor, dan dalam transaksi tersangka hanya menggunakan satu identitas asli, yakni KTP miliknya.

“Untuk modus, tersangka meminjam kendaraan dengan menggunakan satu KTP ke perorangan. Setelah berhasil meminjam kendaraan, tersangka lalu menggadaikan kendaraan tersebut. Untuk sepeda motor digadaikan tersangka senilai Rp 2,5 juta, sedangkan mobil Rp 26 juta.

Sebagai informasi, agar tidak dicurigai, tersangka meminjam kendaraan bukan hanya di kawasan Kota Batu saja, melainkan mencakup Malang Raya. Akibat dari penggelapan yang dilakukan tersangka. Kerugian materi dari sembilan kendaraan tersebut mencapai Rp 200 juta.

“Tersangka kami kenakan jeratan pasal 372 maksimal hukuman penjara masimal 4 tahun. Meski dalam proses penangkapan tidak ada perlawanan apapun, juga tidak sampai DPO. Tersangka juga pro aktif, sehingga memudahkan proses penyelidikan kami,” tandas Hendro. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad