Menang Tipis Lawan PSIS, Comvalius Gagal Cetak Gol

Menang Tipis Lawan PSIS, Comvalius Gagal Cetak Gol

Comvalion gagal mencetak gol saat debut perdananya bersama Arema. (Tanzil Furqon-aremamedia.com)

KEPANJEN – Kalahkan PSIS Semarang, Arema FC memainkan seluruh pemain pada friendly match launching tim musim 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (4/5/2019) malam. Milomir Seslija menjajal hasil persiapan tim sebelum Liga 1 dimulai beberapa hari lagi.

Selain itu ini dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan tim dalam latihan yang dilakoni setiap harinya itu.

Sempat tertekan dengan permainan PSIS di awal babak pertama, bahkan hampir kebobolan akhirnya Arema Fc mencatatkan skor pada menit ke-7 babak pertama.

Sylvano Comvalion julukan Comvalius dimainkan sejak menit awal. Namun peluang emas pada menit ke 38 sodoran Makan Konate gagal diubahnya menjadi gol. Laga debutnya berseragam Singo Edan ini dinanti banyak pihak khususnya Aremania, apakah debut itu berakhir manis atau sebaliknya. Hal ini mengingat performa Sylvano Comvalius sempat mandul gol di dua klub lamanya.

Setelah unggul satu gol, Arema tetap bermain menyerang. PSIS mulai memainkan permainan bertahan dengan melakukan serangan balik begitu Singo Edan lengah. Hingga babak pertama turun minum skor tidak berubah.

Pada awal babak kedua Ricky Kayame digantikan Dedik Setiawan dan Hanif Sjahbandi digantikan Jayus Hariono. Pada babak kedua ini, PSIS murni bertahan, terlihat hingga sepuluh pemain menumpuk di lini pertahanan sendiri. Arema Fc terus menggempur, hingga peluang emas dari tendangan bebas Makan Konate yang sudah berhasil dikuasai Sylvano di menit 78 juga gagal menjadi gol.

Sylvano baru digantikan Sunarto pada menit ke-85, artinya mematahkan harapannya untuk mencetak gol di pertandingan perdananya bersama Arema Fc. Sekaligus gagal mempertontonkan ketajamannya di hadapan ribuan Aremania yang membirukan Stadion Kanjuruhan malam ini.

Sylvano, usai hengkang dari Bali United 2017 lalu, top skorer Liga 1 2017 dengan 37 gol itu mengalami penurunan drastis di dua klub yang ia bela. Bersama Suphanburi FC Liga 1 di Thailand tahun 2018, Comvalius mencatatkan hasil tak memuaskan. Dari 34 laga ia hanya bermain tujuh laga. Dari tujuh laga itu ia menjadi starter lima kali dan tak mencetak satupun gol.

Pada awal musim 2019 ini Comvalius hijrah ke Kuala Lumpur FA klub yang berlaga di Malaysia Super League. Mencoba peruntungan baru di Malaysia, Comvalius juga tak bernasib mujur. Di sana ia hanya mencetak satu gol untuk Kuala Lumpur FA, sebelum akhirnya kini bergabung bersama Arema FC.

Soal paceklik golnya, pemain asal Belanda itu mengaku itu merupakan bagian yang sulit dalam hidupnya. Namun ia percaya jika roda akan terus berputar dan bersama Singo Edan kini ia ingin kembali mengulang kesuksesan.

“Saya butuh sedikit lagi adaptasi, belum genap satu pekan saya bergabung dengan tim. Dalam hidup, ada fase naik turun, tapi segera saya akan berikan permainan terbaik untuk tim dan Aremania,” kelakar penyerang asal Belanda itu.

Meski demikian, Milomir Seslija tetap meyakini, dengan hasil malam ini juga apa yang sudah dirasakan Comvalius di lapangan, pelatih berusia 54 tahun itu percaya jika tidak lama lagi Comvalius akan kembali pada masa kejayaannya.(*)

Pewarta : Doi Nuri
Editor : Noordin Djihad