Memetik Strawbery Langsung dari Kebun? Datang Saja Ke Sini

Memetik Strawbery Langsung dari Kebun? Datang Saja Ke Sini

BATU- Berwisata ke Kota Batu ada yang kurang jika tidak mengunjungi Kampung Strawbery di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Disini wisatawan yang datang bisa merasakan nikmatnya buah strawberry maupun olahannya.
Namun yang menjadi daya tarik wisatawan adalah memetik buah strawberry dari tanamannya langsung dan bisa menikmati pemandangan pegunungan  nan elok serta menghirup hawa sejuk pegunungan.
Di sepanjang kampung, wisatawan tinggal memilih memetik di kebun yang berada di pekarangan rumah warga, atau memetik strawberry di sawah. Sebagian besar penduduk Dusun Pandanrejo 1 ini memang memiliki kebun strawberry.
“Tidak ada tiket masuk untuk memetik strawberry, pengunjung cukup membeli selai strawberry dan dua botol minuman strawberry seharga Rp 25 ribu,” terang salah satu pemilik Kebun Strawberry di Desa Pandanrejo, Nursahid.
Berbeda dengan petik apel dan jambu, dimana wisatawan bisa makan sepuasnya di kebun, untuk petik strawberry tidak diperkenankan untuk memakan buah di areal kebun. Wisatawan hanya diperbolehkan memetik kemudian membungkus strawberry untuk dikonsumsi di rumah.
Satu kilogram strawberry segar, wisatawan cukup membeli seharga Rp 60 ribu. Nilai ini jauh lebih murah, ketimbang membeli di pasar buah. Selain itu, buah yang dipetik masih sangat segar.
Kampung strawberry ini berada tepat di depan Balai Desa Pandanrejo. Untuk wisatawan yang akan menuju tempat ini, bisa menggunakan jalan alternatif Karangploso – Giripurno – Bendo (Batu). Jika berjalan dari arah Karangploso menuju Batu, kampung strawberry ini setelah Jembatan Kali Lanang, atau berada di sisi kiri jalan menuju kota Batu.
Wisatawan yang datang bisa langsung memilih strawberry di kebunnya seluas lebih dari 5585 meter  persegi miliknya. Untuk memetik strawberry pun bisa dilakukan setiap hari dan sewaktu-waktu, karena buah berwarna merah ini selalu berbuah setiap hari.
Sehari, kebun Nursahid bisa menghasilkan buah strawberry kurang lebih 30 kilogram. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang petik strawberry secara langsung.
Tidak jauh dari kebun Nursahid, wisatawan juga bisa berkunjung ke Kebun Umayah. Kebun strawberry yang dirawat Nenek Umayah ini menjadi langganan wisatawan luar kota pada hari Sabtu dan Minggu. Di tempat ini terdapat 2000 polybag tanaman strawberry.
“Mereka tidak hanya memetik strawberry, tapi juga menanyakan bagaimana cara memetik strawberry atau menanam. Bahkan ada yang membeli satu polybag langsung, harganya Rp 80 ribu,” ujar Umayah.
Ada juga wisatawan yang datang untuk membeli bibit strawberry. Umayah menjualnya seharga Rp 5000 per polybag.(*)

Pewarta : Muhammad Dhani Rahman

Editor: Shuvia Rahma