Mantan Bendahara Satpol PP Kota Batu Ditahan, Kejari Dinilai Tebang Pilih

Mantan Bendahara Satpol PP Kota Batu Ditahan, Kejari Dinilai Tebang Pilih

Dua pengacara tersangka, Nuryanto SH, MH dan Suwito SH. (Foto: doi nuri-aremamedia,com)

BATU – Buntut kasus pemotongan honorarium gaji piket Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batu tahun 2017, mencatut beberapa nama setelah Kepala Satpol PP (Kasatpol) Robiq Yunianto ditahan. Salah satu yang telah ditetapkan tersangka adalah Bendahara Satpol PP Kota Batu, Anita Yuliantriningsih. Tersangka telah ditahan terkait kasus tersebut. Namun, beberapa nama terkait lainnya hingga saat ini belum ditetapkan menjadi tersangka, sehingga memunculkan anggapan Kejari Kota Batu tebang pilih.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kota Batu memunculkan dua nama baru, sedang diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan. Hanya saja hingga saat ini belum juga ada tersangka lain, bahkan setelah Anita ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini membuat pengacara Anita, Suwito SH, akan melakukan tindakan diplomatis terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita akan segera layangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Jaksa Agung Muda Pengawas ( Jamwas) dan Komisi Kejaksaan di Jakarta karena kami merasa ada ketidakadilan terhadap klien kami, ” Ungkap Suwito di kantornya, Kamis (8/8/2019).

Pihaknya menyayangkan langkah yang diambil Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, atas penahanan kliennya. Pasalnya sampai hari ini pihak lain belum satupun yang ditetapkan tersangka bahkan dilakukan penahanan. Bahkan, dalam pemberitaan aremamedia beberapa waktu lalu, dua nama baru yang masih dirahasiakan sudah dalam penyelidikan.

“Pihak lain yang kami maksud, ya para pejabat Satpol PP Kota Batu, yang pada saat itu diduga turut serta bersama-sama dalam dugaan tindak pidana korupsi yang dituduhkan kepada Anita klien kami ini, ungkapnya.

Suwito menambahkan alasan dia atas kekecewaan dirinya terhadap Kejari Kota Batu, sebab Anita hanyalah bendahara yang kedudukan, jabatan dan wewenangnya terbatas. “Artinya dia melaksanakan pekerjaannya, yaitu mencairkan sejumlah dana di satuan polisi pamong praja setelah ada persetujuan pejabat lain,” kata wito.

“Jangankan kita yang paham hukum, orang awam saja tidak habis pikir apa sebab Kejaksaan Negeri Kota Batu tidak segera melakukan action kepada pejabat Satpol PP lainnya itu, ada apa?,” tanya mantan wartawan ini.

Seperti diketahui, Anita Yuliartiningsih mantan bendahara Satpol PP Kota Batu ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kota Batu di LP Wanita Sukun Malang. Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi pemotongan honorarium gaji piket Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Batu periode 2017 lalu menyusul Robiq Yunianto mantan Kasatpol PP yang sudah divonis sebelumnya.

“Klien kami menuntut keadilan. Harapan kami jangan sampai hal ini menjadi preseden buruk terhadap keadilan di Kota Batu dan ini sangat tidak baik kedepan, ” Fiat Justitia Ruat Caelum Tegakkan Keadilan Walau Langit Akan Runtuh,” kutip dvokat dari Kantor Rastra Yustitia & Associates ini. (*)

Pewarta : Doi Nuri
Editor : Noordin Djihad