Malang Tetap Kondusif Meski Demo Identik Dengan Hari Buruh

Malang Tetap Kondusif Meski Demo Identik Dengan Hari Buruh

Kabag Humas Polres Makota, Ipda Marhaeni dan anggota saat pengamanan peringatan hari buruh di depan gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

MALANG – Perayaan hari buruh seperti biasanya dipastikan diwarnai dengan aksi unjuk rasa. Massa aksi perayaan Hari Buruh yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Malang Bersatu (AMMB) dan Aliansi Rakyat Malang Bersatu (ARMB) unjuk rasa di depan Balai Kota Malang dan DPRD Kota Malang, Rabu (1/5).

Meski demikian, aksi memperingati Hari Buruh atau May Day itu berjalan dengan tertib dan tetap dalam koridor. Tentunya, hal tersebut menjadi poin plus bagi tim pengamanan aksi,dalam hal ini adalah aparat keamanan dari Polres Malang Kota.

“Alhamdulillah kondusif hingga siang ini. Massa yang datang juga sudah terkondisikan dengan korlap masing-masing,” jelas Kabag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni disela-sela aksi

Perwakilan ARMB, Agung Ferry Widiatmoko juga menjelaskan, tujuan mereka berunjuk rasa dalam peringatan hari buruh adalah aksi damai. Persiapan aksi jauh hari juga telah di komunikasikan dengan aparat keamanan, dengan tujuan menjaga kondusifitas Kota Malang.

“Ini aksi damai, polisi dan buruh saling bersinergi. Kami hanya ingin menyampaikan jika banyak hak – hak buruh yang belum diberikan akibat PHK secara ilegal,” tegas Agung.

Berdasarkan catatannya, ada 8.300 buruh atau pekerja Freeport di berhentikan bersamaan, 2017 silam. Sejumlah 68 pekerja diantaranya warga Malang. Mereka telah bekerja sejak 2008.

“Mereka tidak menerima hak apapun setelah PHK. Kami sekarang menyerukan kembalikan hak – hak buruh yang telah di-PHK. Kami melawan kapitalisme, bukan melawan aparat,” tegasnya.

Meski aksi yang berlangsung melewati pukul 12.00 seperti kesepakatan awal, dengan beberapa pertimbangan akhirnya pihak dari kepolisian memberi tenggang waktu hingga pukul 14.00. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad