Mahasiswa IBU Bagi-bagi Hand Sanitizer Gratis

Mahasiswa IBU Bagi-bagi Hand Sanitizer Gratis

Mahasiswa Prodi Biologi IKIP Budi Utomo sedang menyelesaika hand sanitizer yang nantinya dibagikan gratis kepada masyarakat. (foto: istimewa)

MALANG – Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang tidak berpangku tangan dengan kelangkaan hand sanitizer menyusul munculnya wabah Covid-19 atau virus corona. Dengan cepat, mahasiswa Jurusan Biologi memproduksi hand sanitizer, Senin (23/3/2020), yang kian langka di tengah masyarakat.

Rektor IKIP Budi Utomo (IBU), Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi sebagai inisiator pembuatan hand sanitizer ini mengungkapkan, pihaknya prihatin dengan kelangkaan pencuci tangan di tengah wabah corona. “Namun kami tidak sekadar prihatin. Gerak cepat harus segera dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan hand sanitizer ini,” ujarnya.

Realisasi dari gerak cepat ini, Nurcholis lantas memerintahkan kepada mahasiswa Prodi Biologi untuk segera membuat hand sanitizer dengan target awal 1000 botol. “Ini baru tahap awal 1000 botol. Selanjutnya botol-botol hand sanitizer ini tidak kami jual, tetapi kami bagi gratis kepada masyarakat,” tegasnya.

Hand saitizer buatan mahasiswa IKIP Budi Utomo MAlang. (Foto: istimewa)

Pembuatan sekaligus pembagian gratis hand sanitizer kepada masyarakat ini, kata Nurcholis, sebagai bakti civitas akademika IBU kepada bangsa. “Sumbangsih mahasiswa IBU memang nilainya kecil, namun setidaknya mereka (mahasiswa,Red) mendapat pendidikan secara langsung tentang kepedulian terhadap sesama,” ujarnya lagi.

Pendidikan lain, sambungnya, pembuatan hand sanitizer ini untuk menunjukkan bahwa manusia harus berusaha jika ingin lepas dari masalah. “Hand sanitizer ini kan sebagai upaya untuk menjaga kebersihan agar tidak terserang virus corona. Adapun hasilnya, kitra serahkan kepada Tuha Yang Maha Kuasa,” tuturnya lagi.

Disamping itu, lanjutnya, di balik pembuatan dan pembagian gratis hand sanitizer, kami ingin menyampaikan pesan agar wabah Covid-19 segera teratasi sehingga kehidupan kembali normal. “Juga agar kita bisa kembali dapat menjalin silaturahim tanpa harus merasakan ketakutan, cemas, khawatir, dan sebagainya,” tutupnya.(*)

Pewarta : Noordin Djihad