Lumpur Wolak Walik, Kue Tradisional yang Go Internasional

Lumpur Wolak Walik, Kue Tradisional yang Go Internasional

proses pembuatan kue lumpur wolak walik (Bramantya Surya / aremamedia.com)

MALANG – Kue lumpur merupakan kue tradisional yang berbahan dasar utama kentang. Rasanya yang manis dan lembut banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Kota Malang yang merupakan kota yang memiliki aneka ragam kuliner memiliki sajian kue lumpur yang berbeda dari biasanya. Kue lumpur tersebut adalah kue lumpur wolak walik yang memiliki banyak cabang di Kota Malang.

Kue Lumpur Wolak Walik sudah berdiri sejak tahun 2012. Owner Kue Lumpur Wolak Walik, Ferini Vidia menjelaskan, awalnya Kue Lumpur Wolak Walik hanya dijual pada saat Car Free Day (CFD) saja di hari Minggu. Namun pada tahun 2018 ini Kue Lumpur Wolak Walik mulai merambah lokasi lain, salah satunya Pasar Oro-Oro Dowo.

Khusus dalam bulan puasa Kue Lumpur Wolak Walik juga berjualan di berbagai spot pasar takjil mulai dari kawasan Sawojajar hingga Sarangan.  Ia menambahkan, setiap harinya Kue Lumpur Wolak Walik mampu menjual hingga 500 kue per hari, saat weekend, volume penjualan bisa meningkat hingga 600 kue per hari.

Kue Lumpur Wolak Walik memiliki beberapa varian topping mulai dari kelapa, keju, kismis dan dijual dengan harga Rp 4000 per kue.Ferini menuturkan, Perbedaan dari Kue Lumpur Wolak Walik dengan kue lumpur lainnya di pasaran adalah cara pembuatannya.

“Apabila kue lumpur biasa bagian atas nya tidak dibakar sedangkan Kue Lumpur Wolak Walik keseluruhannya dibakar hingga nampak sedikit gosong,” jelas Ferini.

Teknik ini bukan sekadar pembeda, namun juag membuat kue bisa bertahan lebih lama, hingga lebih dari 24 jam. sementara jika kue lumpur biasa hanya mampu bertahan sekitar setengah hari. Ferini menuturkan, resep dan teknik kue lumpur bikinannya tersebut merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya.

“ Jadi pemasaran kita tidak hanya on location saja melainkan juga melayani pembelian secara online. Bahkan Kue Lumpur Wolak Walik sudah go internasional yaitu sudah sampai ke Singapura dan Hongkong,” ujarnya.(*)

 

Pewarta : Bramantya Surya (kontributor)

Editor : Shuvia Rahma