LPPM Institut Teknologi Nasional (ITN) Terima Dana Penelitian Rp, 6,5 miliar

LPPM Institut Teknologi Nasional (ITN) Terima Dana Penelitian Rp, 6,5 miliar

Rektor ITN, Dr Kustamar MT (foto: ist)

AREMAMEDIA,COM-Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, menerima pendanaan penelitian terbesar klaster utama, peringkat ke dua setelah Universitas Negeri Makasar. Tidak tanggung-tanggung dana yang diterima sebesar Rp 6,5 miliar untuk 38 proposan yang disetujui.

Rektor ITN, Dr Kustamar MT, memberikan apresiasi yang cukup besar dengan capaian LPPN ITN mengawali tahun 2020. “Sangat luar biasa. Dibanding tahun sebelumnya, proposalnya makin bervariatif,” ujarnya sambil mengatakan tahun ini hibah yang diperoleh naik sebesar Rp 1,4 miliar dari tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Kustamar juga berharap, LPPM ITN naik ke klaster lebih tinggi yakni klaster Mandiri. Selain meningkatkan kualitas proposal yang akan meningkatkan nilai hibahnya juga mendorong dosen untuk melakukan penelitian sebanyak-banyaknya. “Dengan membuat klinik-klinik dan pendampingan akan muncul pejuang-pejuang baru,” terangnya, Rabu (29/1/2020).

Diakuinya, dengan adanya pendampingan, kualitas proposal semakin bagus dan layak mendapat pendanaan. “Kalau proposalnya berkualitas, dana hibah yang diperoleh pun semakin besar, sehingga dengan mudah naik ke kelas yang lebih tinggi,” tambahnya.

Diharapkan, agar penelitian lebih maksimal, hendaknya melibatkan yunior dan mahasiswa. Kolaborasi ini akan lebih efektif. Selain itu, untuk meningkatkan SDM, pihaknya mendorong dosen fungsional menjadi lektor agar dapat mengajukan skema penelitian tertentu dan mendapat dana hibah.

Sementara Ketua LPPM ITN, Awan Uji Kristanto mengatakan dari 38 proposal yangdisetujui, 25 proposal diantaranya bersifat multiyears dan 13 proposal lainnya merupakan proposal baru. Dibanding tahun sebelumnya, prestasi dibidang penelitian semakin naik. Dengan system online yang telah dibangun sejak tahun 2015 lalu ini mempermudah memantau kinerja dan pembinaan dosen serta mahasiswa. “Sehingga pendampiungan lebih efektif,” tegasnya.

Dikatakan, untuk melakukan penelitian, LPPM memberikan fasilitas dan memeberikan pendampingan penuh dari proses awal hingga akhir. Mulai penulisan proposal sampai pendampingan disisi luaran yakni penulisan publikasi internasional dan juga manufacturing untuk prototype dan model.

Meninggung naik kelas ke klater mandiri, menurut Awan yang utama meningkatkan kualitas SDM dosen untuk penelitian dan penuisan jurnal internasional, karena persaingan antara perguruan tinggi semakin ketat. “Namun ke depan, kami ingin mengibah paradigma. Kami tidak menganggap perguruan tinggi lainnya sebagai kompetetor namun mengundangnya sebagai mitra,” terangnya yang saat ini LPPM ITN telah berkolaborasi dengan Institut ASIA Malang. (sap)