LK UMM Gelar Webinar Pembelajaran Daring Siswa TK & SD Hadapi Pandemi Covid-19.

LK UMM Gelar Webinar Pembelajaran Daring Siswa TK & SD Hadapi Pandemi Covid-19.

 

MALANG – Webinar yang digelar Lemabaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tentang pembelajaran daring siswa TK dan SD mendaapat respon luar biasa.

Sebanyak 873 peserta mengikuti webinar yang diselenggarakan LK UMM, Kamis (14/5/2020).

Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si Warek 1 UMM mengapresiasi kondisi Pandemi Covid-19, memerlukan kemampuan manusia untuk beradaptasi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Termasuk bidang akademik. Ada sedikit ruang dalam ekosistem digital yang sudah terbentuk, sehingga kita segera bisa men-swicth aktivitas akademik luring menjadi daring. Isya Allah UMM sudah menyiapkan beberapa skenario dalam mengantisipasi ketidak pastian berakhirnya Covid-19,” ujarnya.

Sementara menurut Kepala LK UMM, Dr Daroe Iswatiningsih M, Si, ditengah pandemi Covid – 19, pembelajaran daring berbasis budaya luhur Indonesia ini lebih efektif dan menyenangkan.

Daroe Iswatiningsih berharap webinar ini mampu menginspirasi peserta yang tidak hanya guru tetapi juga para orangtua.

Webinar LK UMM menghadirkan pembicara kompeten, Dr. Iswinarti, M.Psi dosen Fakultas Psikologi UMM yang sangat konsen pada kajian Permainan Tradisional dalam menumbuhkan Karakter Anak.

Bahkan Iswinarti telah memiliki metode BERLIAN yang sudah diterapkan di berbagai daerah secara nasional dan beberapa negara luar negeri.

Selaian Iswinarti, pembicara kedua adalah Erna Yayuk, M.Pd.dosen PGSD UMM yang konsen pada pembelajaran daring.

“Kombinasi situasi harus stay at home dan permainan tradisional membuat pembelajaran daring menjadi sangat menyenangkan. Selain banyak nlai-nilai positif dalam bermain di rumah saja.” terang Iswinarti membuka sesinya.

Lebih lanjut Iswinarti memaparkan kandungan nilai-nilai karakter dalam permainan tradisional, antara lain pantang menyerah, kerjasama, problem solving, sportif, bersungguh-sungguh, pengendalian diri, jujur, adil, dsb.

“Namun, kini banyak yang lupa bagaimana melakukan permainan-permainan tradisional itu. Jadi disini saya mungkin mengingatkan kembali atau juga mengenalkan bagi yang belum mengenalnya.” tuturnya.

Pada kesempatan webinar ini Iswinarti memberikan contoh dan model bebepa permainan tradisional seperti congklak lidi, engklek, bekelan, lompat tali, dan dakon.

Kaitannya dengan pembelajaran, Iswinarti menyarankan antara lain permainan tradisional yang dilakukan siswa di rumah bisa dilaporkan kepada guru melalui daring.

Sementara itu pembicara kedua, Erna Yayuk, M.Pd membawakan materi yang sangat menarik dengan judul Guru dalam Pandemi Covid-19 melalui Transformasi Mewujudkan Generasi Cerdas, Eksotik, dan Berbudaya.

Erna menganalis kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring membuat perlunya inovasi kurikulum yang mengarah ke literasi, numerasi, dan karakter.

Dengan kurikulum seperti itu maka tuntutannya adalah guru kreatif. Erna memotivasi para guru tidak menyerah dengan adanya pandemi.

“Aktivitas belajar di rumah melalui kehidupan sehari-hari semua dibingkai dalam proses pembelajaran. Misalnya kegiatan memasak, jangan dibayangkan hanya sekedar bertujuan mengenyangkan perut. Saat menuangkan air, kita bisa ajarkan tentang ukuran air yang digunakan untuk memasak, ini mengenalkan matematika pada anak.

Peralatan masak itu penuh dengan kosa kata untuk membangun bahasa anak. Bermain di rumah bisa menggunakan berlatih peran pada anak-anak. dsb.” Jelas Erna penuh semangat.

Erna juga memberikan kiat-kiat belajar di rumah secara nyaman dan menyenangkan. “Lakukan kegiatan bersama; makan bersama, bermain bersama; Orang tua siap menjadi guru di rumah dan sebagai guru pengganti, serta jadikan kesempatan pandemi ini untuk memperluas akses pengetahuan parenting.”

Peserta antusias denga simulaai kedua pemateri tersebut bahkan sekurang – kurangnya 350 chatt merespon pemaparan pemateri.

Pewarta : Sapteng Mukti Nunggal