Launching Kelas Industri Baru, SMK PGRI 3 Malang Wujudkan Pendidikan Vokasi Sebagai SMK Revitalisasi

Launching Kelas Industri Baru, SMK PGRI 3 Malang Wujudkan Pendidikan Vokasi Sebagai SMK Revitalisasi

Proses tanda tangan MOU SMK PGRI 3 dengan industri di Aula Skariga. (Foto. Doi Nuri)

MALANG – Program revitalisasi SMK yang digalakkan oleh Presiden RI melalui Perpres No.9/2016 mulai mendapatkan respon positif. Seperti yang dilaksanakan oleh SMK PGRI 3 Malang bersama 42 Kepala Sekolah SMK Aliansi (Binaan) se-Jawa Timur dan Bali, Sabtu (13/4) pagi.

Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Malang M. Lukman Hakim menuturkan, dengan adanya kerjasama ini diharapkan mewujudkan sinergi apik dunia pendidik dan dunia industri. Menggelar soft launching empat kelas industri dan agenda Memorandum Of Understanding (MOU) dengan dua perusahaan, yakni PT. Daihatsu Motor dan CV. Najwa Electrikal Enginering.

“Alhamdulillah seperti yang dikatakan Pak Dirjen, Pak Hamid jika kami ingin meyakinkan kepada masyarakat jika SMK bukan pilihan kedua, tapi pilihan utama,” tegas Lukman

Menurutnya, program ini juga menjawab permasalahan yang menjadi kelhawatiran bangsa menganggap SMK menyumbang pengangguran terbanyak. “Dengan adanya kelas-kelas industri yang kami bangun, bisa meyakinkan jika anak-anak mendapatkan kompetensi yang diharapkan perusahaan. Sehingga disparitas antara kebutuhan petusahaan dengan lukudan sekolah semakin kecil dan kita bisa menenuhi kebutuhan perusahaan,” jelas Kepala Sekolah asal Jember itu.

SMK PGRI 3 Malang menduduki rating kedua angka keterserapan industri di Indonesia. Setiap, tahunnya SMK PGRI 3 Malang melukuskan lebih dari 800 lebih siswa, dengan prosentase 70% bekerja, 10% lanjut kuliah dan 20% wira usaha mandiri.

“Data saya ini terdata di bkk.did.psmk.net bisa cek disana. Memang tidak semuanya kerja, ada yang memilih kuliah atau wirausaha. Titik tengah sekolah disini itu lulus harus kerja,” tandasnya.

Ceremonial launching program industri baru di SMK PGRI 3 Malang

Perusahaan-perusahaan yang menjalin kelas industri dengan SMK PGRI 3 Malang ada Yamaha Musical Product Indonesia (YMPI) merupakan kelas industri untuk bidang elektronika, juga CV.Najwa Electrikal Enginering akan melakukan terobosan dengan memproduksi beberapa kompeten perakitan produk umggulan.

Selain acara MOU dan launching kelas industri dalam waktu bersamaan juga digelar penyerapan lukusan tenaga SMK oleh Daihatsu yang digelar terpisah di Universitas Gajayana Malang (Uniga) sejumlah dua ribu lulusan. Mereka yang lolos seleksi akan bekerja di unit perakitan PT. Astra Daihatsu di Jakarta.

Sementara, Kepala Dirjen PSMK Kemendikbud RI Hamid Muhammad, M. Sc. Ph. D mendukung langkah yang dilakukan oleh SMK PGRI 3 Malang. “Program revitalisasi SMK ini kita mulai tahun 2016. Kalau tahun pertama kita lebih banyak fokus pembenahan kurikulum, kerjasama industri di level nasional, yang dilakukan SMK PGRI 3 ini merupakan tindak lanjut di level sekolah, karena MOU yang kota lakukan di nasional,” papar Hamid.

Semua SMK di Indonesia harus punya parter kerja industri, lanjut Hamid, “agar siswa-siswi jelas dalam memilih kompetensinya, kita harapkan sekolah rujukan revitalisasi membina sekolah aliansinya, seperti SMK PGRI 3 ini memiliki lima sekolah aliansi. Pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad