Kreativitas Tukankreatif Sulap Ruang Teknisi Seperti Galeri

Kreativitas Tukankreatif  Sulap Ruang Teknisi Seperti Galeri

Kreativitas Tukankreatif

Sulap Ruang Teknisi Seperti Galeri

Caption:
Rio saat sedang menunjukkan koleksi kopi terbarunya kepada Inpirasi Pendidikan. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

SEKALI waktu datanglah ke bagian belakang ruang paripurna DPRD Kota Batu. Bukan untuk ikut mendengarkan sidang bersama wakil rakyat tapi sekadar nongkrong. Tentu saja kalau nongkrong tanpa ditemani secangkir kopi pasti kurang afdhol. Jangan khawatir, sudah tersedia dengan cuma-cuma, dan dijamin kerasan karena dipastikan tidak hanya duduk dan ngopi.

Mata bakal dimanjakan dengan pemandangan yang tidak biasa didapatkan di gedung wakil rakyat. Sekilas memang sekadar ruang kontrol sound system kala digunakan rapat. Namun siapa sangka, jika membuka ruang yang tidak begitu lebar namun memanjang tersebut seolah memasuki cafe atau serasa ada di dalam galeri. Corak warna dinding dengan puluhan karya fotografi didalam bingkai, terpajang rapi dan estetis.

Ditambah pula, pajangan  puluhan toples berisi beans (biji kopi matang) terpajang bersama belasan jenis manual brew (alat seduh kopi). Sofa empuk dengan warna cerah, semakin menegaskan aura positif bagi siapa saja yang memasuki ruang tersebut. Keindahan dan kerapian ruangan tersebut, tidak lepas dari peranan Erra Verra Setyawati yang memberi inisiasi enam rekannya sesama pegawai bagian umum DPRD Kota Batu. Mereka menggagas awal ide-ide kreatif dengan memberi label Tukankreatip untuk apa yang mereka kerjakan bersama.

“Tukankreatip itu, sebenarnya berasal dari ungkapan ‘tuh kan kreatif’. Kalimat tersebut, saya labelkan untuk kreativitas rekan-rekan dalam bekerja. Bahkan kami membantu publikasi kegiatan DPRD melalui akun media sosial dan media daring atau online, serta menyulap ruang operator yang kurang tertata, menjadi nyaman dan membuat betah ditempati siapa saja yang bertugas. Ya, dari sanalah kita memakai identitas tersebut,” cerita Rio salah satu penggagas Tukankreatip.

Rio lantas melanjutkan, semua ini berawal dari rasa risih melihat ruang sound control yang kurang tertata rapi. Berkat inisiasi Erra, Rio bersama lima rekan antara lain Yosi, Suryo, Jamaali, Suliono, dan Muhajirin kemudian mencoba mengkreasikan sesuatu yang berbeda dengan tidak sekadar membersihkan ruangan atau melakukan pengecatan di ruang tersebut. “Selain kita bersihkan ruangannya dan kita cat, agar lebih indah kita pasang foto-foto tokoh Kota Batu hingga foto alam Kota Batu di beberapa sudut ruangan,” imbuh dia.

Tukankreatip resmi digunakan sebagai nama aktivitas Rio dan rekan-rekan pada 14 Juli 2014. Dengan kata lain pada bulan ini genap enam tahun Tukankreatip terbentuk dan semakin kreatif menelorkan ide-ide untuk menunjang kegiatan kerja mereka. “Awalnya memang enam orang yang intensif berkumpul dan membuat hal kreatif. Namun sekarang, yang menaruh simpati  dan turut berkecimpung pada kegiatan kami semakin banyak,” kata Rio.

Sementara itu, kopi yang dipajang di dinding yang mereka sebut dengan Coffeeducation, tidak untuk dijual. Sebab karenanya sobat kreatif yang berselera untuk menyeduh kopi, tidak ada batasan dan semuanya diperbolehkan mengkreasikan aneka kopi nusantara dengan cara dan seleranya sendiri. Biji kopi dan alat-alat kopi disana, secara pribadi dibeli oleh Tukankreatip. “Kami tidak mengejar anggapan dari orang lain seperti apa, kami hanya ingin bisa menikmati pekerjaan kami, dengan cara kami sensiri tentunya. Alhamdulillah, hingga saat ini selalu membuat kerasan siapa yang masuk ke ruangan ini, termasuk rekan-rekan wartawan yang sepertinya ogah sebentar nongkrong,” tandas Rio. (*)

Pewarta : Doi Nuri

Editor : Noordin Djihad