Kota Malang Di Bawah Kediri, Wali Kota: Kinerja KONI Nggak Boleh Dibiarkan

Kota Malang Di Bawah Kediri, Wali Kota: Kinerja KONI Nggak Boleh Dibiarkan

Wali Kota Malang, Sutiaji. (Istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji, berkomentar pedas atas kegagalan KONI Kota Malang memenuhi target di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI yang baru saja selesai.

Kontingen KONI Kota Malang hanya menempati peringkat IV, sementara target yang dicanangkan, menjadi runner up. Di Porprov VI, Kota Malang di bawah Surabaya, Kota Kediri, dan Kabupaten Sidoarjo.

Padahal selama ini Kota Malang langganan runner up di bawah Surabaya, sejak awal even ini digelar.

Inilah yang membuat Sutiaji kecewa.”Harus dievaluasi dan tidak boleh dibiarkan!” tegasnya. Sebab, lanjutnya, selisih medali Sidoarjo dan Kediri dengan Kota Malang juga cukup jauh.

Sutiaji menambahkan, seharusnya Kots Malang bisa mencapai target sebab persiapannya cukup lama. Belum lagi masalah pendanaan yang cukup lancar.

“Kalau masalah pendanaaan kami rasa tidak ada masalah. Malah untuk Kediri sebenarnya hibah dananya hanya Rp10 miliar. Begitu juga dengan Sidoarjo. Kota Malang lebih besar, Rp12,5 miliar, tapi kenapa mereka bisa lebih unggul dari kita,” tambahnya.

Selain itu, kontingan Kota Malang jauh lebih banyak dibandingkan dengan Kota Kediri. Kota Malang mengerahkan 570 orang, sedangkan Kota Kediri hanya 370 orang.

Ini, kata Sutiaji ada kesalahan pemetaan. Seharusnya dalam membawa kontingen tidak boleh hanya mengandalkan jumlahnya. “Kelihatan banyak sementara kualitasnya tidak dipertimbangkan. Jangan sekadar dibawa ke lokasi tetapi nggak bisa bertanding. Ini kan sia-sia,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono mengakui bahwa kegagalan kota Malang memenuhi target karena beberapa sebab. Salah satunya akibat kurang jeli memetakan kekuatan lawan. Belum lagi persiapan yang dilakukan dinilai terlalu terburu-buru.

“Perubahan Porprov dari dua tahun sekali menjadi empat tahun sekali juga cukup berpengaruh,” ujarnya.

Lebih jauh, Edy menjelaskan, KONI Kota Malang juga dirasa terlalu lunak terhadap cabor. Untuk itu, dirinya akan segera mengumpulkan para pengurus cabor. Evaluasi terhadap kegagalan tersebut juga menjadi hal utama yang akan dibahas.(*)

Pewarta : Doi Nuri
Editor : Noordin Djihad