Koperasi SBW Kembangkan Usaha Mikro Senilai Rp50 Miliar

Koperasi SBW Kembangkan Usaha Mikro Senilai Rp50 Miliar

Deputi Bidang Pembiayaan Koperasi, Yuana Sutyowati (kiri) dan Ketua Umum Koperasi SBW, Sri Untari. (Foto: Irawan-aremamedia.com)

MALANG – Sebanyak Rp 135 miliar berupa omset dan aset, tercatatkan di buku laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Kota Malang. “Tiap pos kegiatan yang dijalankan Koperasi SBW mengalami peningkatan. Rata semuanya 7 persen hasilnya, seperti simpan pinjam, aset dan omset serta pos lainnya,” kata Ketua Umum Koperasi SBW Dra Sri Untari MAP, saat membuka RAT, Kamis (21/02).

Semua itu, kata Untari, berkat kerja keras dan rasa kebersamaan serta kemauan kuat untuk mengembangkan koperasi. “Harapan kami Koperasi SBW terus memberikan peningkatan hasil capaiannya. Terbukti, Koperasi SBW telah memiliki empat jenis usaha seperti kuliner dan properti,” terang Untari.

Obsesi yang akan digenjot adalah pengembangan seperti koperasi lingkungan Telkomsel yang memiliki aset dan omset triliunan rupiah. “Itu membuat kami merasa terpacu dan termotivasi, untuk mewujudkan impian itu,” ujarnya.

Untari optimis dapat merealisasi obsesi tersebut mengingat jumlah anggota sekitar 9.600 orang didukung komitmen, loyalitas serta kemauan untuk maju. “Kami yakin secara perlahan bisa terlaksana untuk bisa menyejahterakan anggota serta membuat taraf kehidupan masyarakat lebih terjamin.

Saat ini, lanjutnya, Koperasi SBW sedang mengembangkan usaha mikro lewat guliran dana APBN program PIP (pusat investasi pemerintah) senilai Rp 50 miliar. “Pembahasannya sedang diperdalam dengan pihak Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi RI,” sambungnya.

Deputi Bidang Pembiayaan Koperasi, Yuana Sutyowati, menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM tengah mempromosikan program Kementerian Keuangan senilai Rp 140 triliun untuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) terhadap KUR (kredit usaha rakyat). “Pinjaman KUR tersebut, disalurkan oleh 40 lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) atau 3 KSP,” imbuh Yuana.

KSP di Jawa Timur, menurut Yuana, yang mendapatkan guliran program Kemenkeu yakni KSP Sodogiri Pasuruan, sedangkan di Malang pihaknya menunjuk Koperasi jenis USP (unit simpan pinjam) Setia Budi Wanita (SBW). “Dengan catatan perkoperasiannya sehat, lancar, tertib, dan tata kelolanya bagus serta persyaratan lainnya mesti dipenuhi,” kata Yuana.

Harapan KUR ini betul – betul bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, agar bisa menikmati fasilitasi anggaran APBN. “Masyarakat bisa pinjam antara Rp1 juta sampai Rp10 juta. Secepatnya di Kota Malang bisa terealisasi program tersebut sehingga KSP juga bisa segera menyalurkan KUR,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Irawan
Editor : Noordin Djihad