Terbukti Gelapkan Motor, WOM Finance Cabang Malang Penjarakan Tiga Warga

Terbukti Gelapkan Motor, WOM Finance Cabang Malang Penjarakan Tiga Warga

Kantor WOM Finance Cabang Malang (Sumber :WOM)

MALANG – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) Cabang Malang memenjarakan tiga konsumennya. Itu setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Malang memvonis tiga terdakwa yang terlibat dalam kasus pidana fidusia tersebut.

Kepala WOM Finance Cabang Malang, Imam Iswahyudi, menyebut tiga terdakwa yang sudah divonis penjara itu adalah David Jumianto, Djunaedi alias Junet, dan Feri Kriswanto alias Sutek.

“David berperan sebagai nasabah/pemohon kredit/konsumen. Kemudian Junet berperan mencarikan orang yang bisa dipinjam namanya. Sedangkan Sutek, berperan meminta dicarikan orang yang bisa dipinjam namanya untuk kredit motor di WOM Finance,” jelas Imam.

Kejadian itu, kata Imam, berawal saat  David warga Jaten RT 02 RW 04 Wagir Malang mengajukan pembiayaan pada PT WOM untuk sepeda motor.

“Pengajuan itu dipenuhi. David pun membawa pulang sepeda motor Merek Honda Beat ESP CBS dengan Nopol N 4727 EEV pada 21 Maret 2017 lalu,” kata Imam dalam rilisnya yang diterima kabaredu, Rabu (31/10/2018).

Setelah satu bulan berlalu, David sebagai konsumen
tidak pernah membayar angsuran. Pada saat dikunjungi petugas dari WOM Finance, kendaraan tersebut ternyata  sudah berpindah tangan ke Feri.

Ketika David sebagai konsumen dimintai pertanggungjawaban pembayaran justru tidak mau. Alasannya karena dirinya hanya atas nama saja.

David mengaku diminta Juned untuk mengajukan kredit sepeda motor buat Feri Kriswanto alias Sutek. “Djunaedi mengaku sekadar mencarikan orang yang mau dipinjam namanya untuk kredit motor itu oleh Feri,” cerita Imam.

Feri menjanjikan imbalan apabila akad pembiayaan disetujui hingga sepeda motor tersebut diterima.
Atas tindak pidana fidusia ini, WOM Finance cabang Malang melakukan somasi kepada konsumen untuk menyelesaikan kewajibannya dan melaporkannya ke Polresta Malang.

Kepala WOM Finance Cabang Malang, Imam Iswahyudi, mengatakan, ketiga warga itu akhirnya dilaporkan  ke polisi. Ketiganya pun diseret ke pengadilan.

Pengadilan Negeri Malang pada tanggal 17 Oktober 2018, kata Imam, memutuskan bahwa David Jumianto, Djunaedi dan Feri Kriswanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Mereka dinilai  melakukan tindak pidana turut serta tanpa izin mengalihkan benda yang menjadi objek jaminan Fidusia.

“Karena itu majelis hakim menghukum mereka dengan penjara. Selain itu mereka diwajibkan membayar denda sesuai peraturan yang berlaku,” tutupnya.(*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad