Ketua LLDIKTI Beri Antisipasi Revolusi Industri 4.0 dengan 4C dan 1 E

Ketua LLDIKTI Beri Antisipasi Revolusi Industri 4.0 dengan 4C dan 1 E

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jatim, Soeprapto, didampingi Rektor IBU, memberi keterangan pers usai wisuda. (Foto: SM Nunggal-aremamedia.com)

MALANG – Mengantisipasi era industri 4.0, lulusan perguruan tinggi tidak bisa hanya mengandalkan ijazah. Begitu pula menjadi lulusan terbaik tidak mudah. Kualitas dan mutu lembaga pendidikan tinggi harus bagus. Pun pelaksanaan proses belajar mengajarnya.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jatim, Prof Soeprapto, saat memberikan wejangan kepada 1.232 wisudawan/ti IKIP Budi Utomo (IBU), Sabtu (30/3/2019) di GOR Ken Arok.

Menghadapi era revolusi industri 4.0, kompetensi sangat menentukan. “Hard skill jika tidak diasah dengan soft skill akan ketinggalan,” tegasnya.

Kemudian Soeprapto memberikan tips 4C dan 1E bagi para wisudawan. Tips itu yakni critical, Creative, Communication dan Colaboration serta harus memiliki Etika atau moral.

“Lulusan perguruan tinggi harus kritis menghadapi berbagai persoalan. Kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik dan menguasai bahasa internasional selain bahasa daerah dan bahasa nasional,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu melakukan kerja sama dengan siapa saja. “Bahkan harus berani melakukan kerja sama lintas negara. Yang tidak kalah pentingnya harus memiliki etika,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Soeprapto juga menyinggung Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang hanya 34,58 persen.

Dibanding Malaysia apalagi Singapura, masyarakat Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi tergolong kecil. Sementara di Malaysia 38,8 sedangkan Singapura 86,4 persen.

Menurutnya, untuk meningkatkan APK, pemerintah melalui Kemenristekdikti menganjurkan virtual learning dan proses belajar mengajar maksimal hanya 50 persen.

Dikatakan, dengan menggunakan sistem tersebut mampu meningkatkan APK sekitar dua persen. “Tahun lalu empat perguruan tinggi di Jatim sudah menerapkan virtual learning ini,” terangnya.

Selain Soeprapto, Kapolresta Malang AKBP Asfuri SH MH juga membekali para wisudawan agar tidak mudah terpengaruh ketika harus terjun ditengah masyarakat.(*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad