Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang: Putuskan Saja Saluran Air Bersih Untuk Warga Kota Malang

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang: Putuskan Saja Saluran Air Bersih Untuk Warga Kota Malang

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Didik Gator Subroto dan Ketua DPRD Kota Malang, Hari Sasongko

MALANG – Anggota DPRD Kabupaten Malang merasa jengkel dengan sikap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang yang dianggap tidak responsif. “Putuskan saja kontrak dengan PDAM Kota Malang. Sumber air Wendit kita kelola sendiri,” tegas Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, Selasa (19/2/2019).

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko mengatakan, permasalahan tentang air antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pernah dimediasi oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). “Namun penyelesaiannya sampai saat ini belum ada titik temu. Kami pada Kamis (21/2/2019) besok berencana akan ke kantor Kemendagri untuk membahas permasalahan ini,” ujarnya.

Selama belum dicapai titik temu, lajut Hari, pihaknya meminta Pemkab Malang agar mengambil tindakan tegas. “Tindakan tegas itu bisa mengurangi atau bahkan menyetop sama sekali pasokan air dari Sumber Wendit untuk PDAM Kota Malang,” jelasnya.

Hari mengaku mengambil tindakan tersebut karena selama ini PDAM Kota Malang dinilai kurang beritikad baik dalam menjalankan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah terjalin. “Di PKS terdapat diktum mereka harus membayar kontribusi ke Pemkab Malang. Tapi sampai sekarang mereka tidak membayarnya,” ucap Hari dengan nada jengkel.

Selain itu, kata Hari lagi, selama ini pihaknya tidak bisa melakukan pengecekan meteran air. “Seharusnya kami sebagai pemilik wilayah diberi akses untuk mengetahui berapa liter air yang sudah diambil dari Sumber Wendit oleh PDAM Kota. Tapi nyatanya tidak ada akses untuk itu,” tandasnya.

Polemik ini berawal dari pengambilan air untuk keperluan air minum masyarakat Kota Malang di Sumber Wendit 1,2 dan 3. Sesuai regulasi atau SIPA (Surat Ijin Pengusahaan Air) dari tiga mata air di Sumber Wendit, PDAM Kota Malang hanya boleh mengambil air sebanyak 1500 liter per detik. Untuk memantau hal itu, dipasang alat pengukur. Hanya saja pihak Pemkab Malang selama ini mengaku tidak diberi akses untuk ikut memeriksa ‘meteran’ tersebut.(*)

Pewarta : Galuh Ayu KW
Editor : Noordin Djihad