Rangkul Milenia dan Kunjungi Rektor PTN-PTS

Ketua Dekopin Obsesi Hidupkan Kopma yang Mati Suri

Ketua Dekopin Obsesi Hidupkan Kopma yang Mati Suri

Ketua Dekopin, Untari didampingi Ketua Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati), Isminarti Tarigan. (Foto: Noordin Djihad)

MALANG – Sukses dengan Koperasi Wanita (Kopwan), tidak membuat Ketua Dekopin Pusat, Dr Untari MPd, puas diri. Perempuan enerjik ini bakal merangkul kaum milenia yang selama ini menganggap koperasi adalah badan usaha yang kuno, usang, dan keberadaannya selama ini dipandang sebelah mata.

“Padahal koperasi ini bukan sesuatu yang kuno dan using. Mereka saja yang mungkin tidak mau tahu lagi apa itu koperasi. Padahal dulu sekitar tahun 80-an koperasi mahasiswa (Kopma) pernah jaya hingga tahun 90-an. Sayangnya tahun 2000 perkembangannya kurang bagus,” kata Untari usai menerima pakar koperasi Asia, Robby Tulus yang berkunjung ke Jawa Timur.

Untari mengakui realita Kopma memang memprihatinkan karena hanya sekadar ada namun kebanyakan mahasiswa merasa tidak memilikinya. Untuk itu dia akan mendorong dan membina Kopma, bahkan tidak segan-segan keluar masuk kampus.

“Memang keberadaannya belum didukung kampus. Kami akan bicara dengan para rektor bahwa keberadaan Kopma jangan disamakan dengan badan usaha yang lain. Kopma ini upaya dari mahasiswa untuk menegakkan ekonomi konstitusi melalui kampus,” terangnya.

Menurutnya, Kopma yang hampir setiap lembaga pendidikan tinggi memilikinya seharusnya dijadikan salah satu laboratorium mahasiswa untuk belajar enterpreneurship. Namun karena banyak yang mati suri sehingga harus diperbaiki dan dibentuk. “Karena anggota Kopma masih sekolah sehingga membutuhkan waktu. Nah dengan model Kampus Merdeka seperti ide Mas Menteri (Mendikbud, red), Kopma ini cocok,” tegasnya.

Kampus merdeka seperti gagasan mas menteri, belajar tidak harus di sekolah atau di kampus tetapi sebaiknya ke lapangan dan terjun langsung ke masyarakat, sehingga mengetahui permasalahan yang terjadi. Outputnya bakal menjadi lulusan yang hebat. “Untuk itu selaku ketua Dekopin Pusat, saya akan untuk mengajak rektor menghidupkan kembali Kopma untuk memenuhi gagasan Mas Menteri mewujudkan kampus merdeka,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Untari mengakui, kedatangan mantan Direktur ICA Asia, Robby Tulus untuk mengetahui lebih banyak sistem tanggung renteng yang diterapkan Koperasi Wanita (Kopwan) Setia Budi Wanita (SBW). Pola tanggung renteng yang diterapkan dalam mekanisme kerja koperasi simpan pinjam Kopwan SBW, terbukti mampu mengurangi resiko kredit macet dan gagal bayar para anggotanya hingga 0 persen.

Tidak hanya tertarik dengan sistem tanggung renteng SBW, kunjungan konselor koperasi Union se dunia ini juga untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati), sebagai langkah mengembangkan koperasi-koperasi wanita di Makasar.

Seperti diketahui, saat ini Robby Tulus akan membentuk koperasi wanita di Makasar, khususnya pengelola rumput laut. “Kunjungannya ke Jawa Timur khususnya ke SBW Malang ini ingin mengetahui secara detail sistem Kopwan SBW hingga anggotanya mencapai 10 ribu lebih ini,” terang Untari mendampingi Ketua Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati), Isminarti Tarigan.(*)

Pewarta: Noordin Djihad