Kemendikbud Gandeng UMM Beri Pendampingan Mutu Sekolah Dasar

Kemendikbud Gandeng UMM Beri Pendampingan Mutu Sekolah Dasar

Sekitar 90 kepsek dan guru Sekolah Dasar sedang mengikuti Pendampingan Mutu yang digelar PGSD UMM. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) digandeng Kemendikbud memberi pendampingan mutu pada Sekolah Dadar )SD) di wilayah Jawa Timur.

Selain UMM, Kemendikbud juga menggandeng Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Semarang.

Pendampingan mutu untuk SD di wilayah Jawa Timur yang dibuka Rektor UMM, Dr Fauzan MPd ini diikuti sekitar 36 SD di Hotel Ollino Garden Kota Malang selama dua hari, tanggal 2 sampai 3 Desember 2019.

“Berbicara soal mutu pendidikan adalah tanggung jawab kita semua sehingga generasi produktif ini memiliki kualitas dan memiliki expert agar mampu berkompeten dengan dunia luar dan tidak ketinggalam zaman,” ujar Fauzan.

Sementara Kasubdit Program dan Evaluasi Ditjen Dikdasmen, Sri Wahyuningsih mengatakan, ada dua model yang dilakukan Kemendikbud untuk melakukan terobosan pendampingan ke sekolah-sekolah dasar.

Selain menggandeng perguruan tinggi, pihaknya juga telah mengundang 1.250 kasek yang terpilih mewakili zonasi di wilayah Indonesia yang selanjutnya harus melakukan pengimbasan minimal pada lima sekolah dasar di zonasinya.

Diakuinya, pada pendidikan juga mengalami disrupsi, sehingga perlu dicarikan solusi sebagai lompatan. Apalagi saat ini sedang masa transisi kebijakan.
“Ini uji coba terobosannya dengan menggandeng perguruan tinggi,” jelasnya

Tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan, perguruan tinggi juga sebagai value. Diharapkan perguruan tinggi mengetahui berbagai permasalah pendidikan di wilayahnya.
“Selain membantu mempercepat pendampingan juga mencetak calon guru yang berkompeten,” tegasnya.

Berbagai materi pun disampaikan antara lain pembelajaran abad 21 di era digital, pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skills), dan kurikulum SD.(*)

Pewarta : Sapteng MN
Editor : Noordin Djihad