Kembangkan Skill Pada Anak, Kampoeng Recycle Jember Gelar Kids Creative Market

Kembangkan Skill Pada Anak, Kampoeng Recycle Jember Gelar Kids Creative Market

Beberapa Anak sedang mendengarkan dongeng dari komunitas pojok dongeng saat acara kids creative market. (Foto: M. Nurul Yaqin)

JEMBER – Kampoeng Recycle (KR) Jember menggelar Kids Creative Market, Ahad (22/12/2019) di Perumahan Taman Gading Blok AF, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember. Program ini untuk memberikan wawasan berfikir dan wahana wisata baru bagi anak-anak di sektor perumahan, dengan memanfaatkan apa yang ada di lingkungan sekitar mulai dari lingkungan sosial, sumber daya alam yang dimanfaatkan secara kreatif dan inovatif oleh anak.

Kids Kreative Market sendiri secara global menawarkan wahana wisata edukasi diantaranya, farming zone, urban class, parenting, dan proses pembelajaran dari berbagai fitur edukasi seperti hidroponik, komposter, ecobrick, budi daya magot, pojok baca dan pojok dongeng sebagai penunjang pola pikir anak.

Dalam melancarkan acara ini KR menggandeng beberapa komunitas untuk membantu proses jalannya kegiatan. Di antaranya Komunitas Mahasiswa Sosiologi Universitas Jember, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jember, Pramuka IAIN Jember dan Komunitas Pecinta Hewan X-Kompas.

“KR menginginkan dari program Kids Creative Market ini bisa tumbuh di seluruh desa yang ada di Indonesia, sehingga anak-anak memiliki suatu pandangan baru tentang wisata edukasi baru, marketplace dan juga pengembangan enterpreneurship anak,” Papar Devisi legal advice dan general advice Kampoeng Recycle, M. Musta’anul Khusni.

Sementara, lanjutnya, acara kali ini kebetulan berbarengan dengan ulang tahun kedua KR yang juga menghadirkan mitra Bank Sampah binaannya dari dua kabupaten, Jember dan Bondowoso. Dari masing-masing Bank Sampah itu diberi penghargaan mengenai pengolahan posko terbaik dan performa pelayanan terbaik.

“Apresiasi ini tidak hanya memberikan euforia semata, tetapi bisa memberikan gambaran baru bahwa bekerja mengolah sampah itu adalah sebuah kebanggaan jika dilakukan dengan serius,” katanya.

Anul menambahkan, KR kemudian akan menginisiasi sebuah program baru yaitu pembentukan koperasi pengolah sampah dari wujud berdikari masing-masing Bank Sampah. Koperasi ini nantinya akan memiliki multisektor, tidak hanya usaha di lingkup sampah mereka juga bisa melakukan usaha perdagangan, jasa, konsumsi, bahkan produksi dalam sektor per kabupaten yang nantinya juga terdaftar di Dinas Koperasi.

“Sehingga kedepannya dari Bank Sampah ini bisa menciptakan ekonomi kerakyatan yang mampu membuka peluang baru untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat,” tandasnya.(*)

Penulis: M. Nurul Yaqin

Segala isi naskah di citizen journalism ini menjadi tanggung jawab penulis

sepenuhnya dan tidak termasuk berita yang menjadi tanggung jawab redaksi