Keke Challenge, Tantangan Viral Beresiko Tinggi

Keke Challenge, Tantangan Viral Beresiko Tinggi

Seoran perempuan melakukan Keke Challange (screenshot instagram)

MALANG – Dunia sosial media dalam beberapa waktu terakhir tengah diwarnai dengan challenge baru bernama Kiki Challenge. Setelah Ice Bucket Challenge, Manekin Challenge, kini video Kiki Challenge mulai banyak diunggah oleh para selebriti dunia maya.

Ada banyak istilah terkait tantangan yang satu ini, ada yang menyebutnya dengan In My Feeling Challenge karena merujuk lagu In My Feeling yang dipopulerkan Drake, ada juga yang menyebutnya dengan Keke Challenge atau Kiki Challenge.
Dalam tantangan tersebut, seseorang akan keluar dari mobil yang tengah berjalan pelan sembari menari dengan backsound lagu Drake. Ia akan tetap menari di samping mobil yang sedang berjalan dengan pintu terbuka. Rata-rata, challenge ini dilakukan di jalan raya sehingga bisa menimbulkan resiko kecelakaan.
Kendati cukup beresiko, tak sedikit publik figur yang mencoba tantangan ini. Sebut saja Ria Ricis hingga mantan personel Cherry Belle, Cherly Juno.
Melansir CNN Indonesia, Selasa (24/7), viralnya Keke Challenge telah menimbulkan banyak kontroversi karena dianggap berbahaya. Beberapa negara bahkan melarang warga negaranya untuk melakukan tantangan ini.

“Ini sangat berbahaya,” kata Kepala Polisi Methuen, Massachusetts, AS Joseph Solomon.

Pasalnya saat merekam temannya, sang pengemudi tak akan memperhatikan jalan atau kondisi yang ada di depannya.

“Ini hanya soal waktu sebelum seseorang terlindas roda mobil atau terseret, atau si pengemudi yang sedang merekam tiba-tiba menabrak orang yang sedang menyebrang,” jelasnya.
Solomon mengungkapkan bahwa dia paham orang-orang hanya ingin bersenang-senang, tapi dia menyarankan bagi orang yang tertarik melakukan Keke Challenge ini, maka lakukan saat mesin mobil mati, sedang parkir, atau berada di lapangan parkir yang kosong.

“Mohon jangan lakukan ini saat mobil berjalan, mohon juga lakukan di area yang aman. Kami tak ingin melihat satu situasi dari viral menjadi tragis,” pungkas dia.(*)

Pewarta : SM Lubis
Editor : Shuvia Rahma