Kejaksaan Negeri Kota Malang Sidang Pelanggar di Terminal Landungsari

Kejaksaan Negeri Kota Malang Sidang Pelanggar di Terminal Landungsari

Sejumlah pengguna kendaraan bermotor saat menerima tilang dari petugas Satlantas dan Dishub. (Foto: Doi Nuri)

MALANG – Puluhan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, terjaring razia gabungan dari Polres Malang Kota, Dinas Perhubunan (Dishub), Polisi Militer (PM) dan Kejaksaan Negeri Malang. Berlangsung di Terminal Landungsari, Senin (15/7/2019) siang, setidaknya ada puluhan kendaraan dengan variasi pelanggaran yang dikenakan tilang dan sidang ditempat.

Menurut keterangan Kepala Unit (Kanit) Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Iptu M Syaikhu, SH patroli gabungan ini dilaksanakan rutin setiap Minggu kedua per-bulan. Beranggotakan petugas dari lalulintas sebanyak 25 personil, 30 petugas Dishub, petugas Kejaksaan 15 orang dan 5 petugas Polisi Militer.

“Operasi gabungan ini kita mulai kurang lebih jam 9 pagi tadi, kemungkinan kita akhiri jam 12 siang nanti. Tidak hanya kelengkapan kendaraan, tapi masalah pajak terhutang pun juga masuk dalam jenis pelanggaran,” ungkap pria yang juga menjabat Kanit Dikyasa itu.

Dalam operasi tersebut, pelanggar yang dikenai tilang tidak perlu repot mengambil barang bukti pelanggaran ke kantor kejaksaan seperti biasanya, sebab sidang langsung dilaksanakan dilokasi oleh petugas dari kejaksaan.

“Barang bukti dari pelanggar sejauh ini udah mencapai puluhan, tapinuumlah pastinya belum kami data sebab proses razia belum seleaai. Operasi gabungan ini langsung kita sidang di lokasi, meminjam aula dishub di Terminal Landungsari ini kami gunakan untuk tempat sidang pelanggar,” pungkasnya

Sementara itu, Keisha Aurelia mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang mengaku mendapat surat tilang, karena diketahui Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang ia miliki terlambat membayar pajak.

“Sebenarnya lengkap sih, SIM sama STNK saya bawa, cuma ayah lupa belum bayar pajaknya,” gerutu gadis berusia 20 tahun itu.

Sedangkan yang dialami Amir karyawan salah satu perusahaan jasa di Kota Batu, harus terkena tilang sebab menurut Dishub kendaraan yang ia pergunakan tidak memenuhi syarat operasi.

“Ini tadi kasusnya karena kelebihan dimensi, ya karena memang salah. Saya sudah konfirmasi ke kantor untuk menyelesaikan dendanya,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad