Kalah Telak, Robert: Teror Hooligan di Hotel Membuat Pemain Tidak Bisa Tidur

Kalah Telak, Robert: Teror Hooligan di Hotel Membuat Pemain Tidak Bisa Tidur

Selebrasi Makan Konate setelah menciptakan gol kedua untuk Arema Fc. (Foto: istimewa)

KAB. MALANG – Kekalahan besar Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan malam ini, Selasa (30/7/2019) dinilai pelatih Robert Rene Alberts tidak lepas dari teror yang diberikan Aremania, baik diluar lapangan maupun selama pertandingan. Meskipun dirinya juga mengakui penampilan Arema Fc hampir tanpa celah, pujian juga ia lontarkan kepada bek sayap kanan Arema Fc Agil Munawar.

Tertinggal tiga gol tanpa balas di babak pertama, tepatnya pada menit ke-4, menit ke-5 dan menit ke-39. Ketiga gol tersebut dicetak oleh Dendi Santoso, Makna Konate dan Arthur Cunha Da Rocha. Sementara dua gol Arema Fc pada babak kedua tercipta pada menit ke- 68 dan menit ke-90 semuanya dicetak oleh Rivaldi Bawuo. Persib hanya mampu memperkecil kedudukan satu gol hasil tembakan jarak jauh Febri Hariadi pada waktu tambahan menit ke-90+2.

“Kekalahan kami tidak lepas dari kondisi fisik yang drop, karena semalam di hotel mereka tidak bisa tidur. Saya kenal Aremania tidak seperti itu, saya rasa mereka Hooligan,” jelas Robert.

Mantan pelatih Arema yang sempat membawa gelar juara pada tahun 2010 itu, juga mengatakan jika permainan timnya kacau karena dua gol cepat Arema Fc hanya membutuhkan waktu lima menit saja. Terlebih, setelah unggul tekanan pemain Singo Edan ditambah Aremania semakin lantang menekan Persib membuat semua yang telah direncanakan kacau.

“Arema unggul dua gol hanya dalam lima menit, itu tidak bagus bagi kami, Agil Munawar malam ini bermain fantastis, dia aset muda sepak bola Indonesia. Bermain di Kanjuruhan jika sudah tertinggal dua gol, susah untuk menang. Aremania juga bernyanyi semakin keras, rencana tidak jalan,” imbuhnya.

Sisi lain, menyikapi kemenangan timnya Milomir Seslija menolak anggapan pertandingan melawan Persib semata-mata tentang rekor pertemuan kedua pelatih. Milo lebih mengapresiasi semangat juang anak asuhnya, yang sebenarnya tidak pernah ia prediksi sebelumnya.

“Semua pemain bermain luar biasa, malam ini banyak pemain yang sebenarnya sakit tapi mereka tetap bermain dengan sekuat tenaga, semua melihat saat peertandingam selesai banyak diantara mereka langsung rebahan di lapangan. Jadi ini bukan tentang saya dan Robert,” tegasnya.

Disinggung tentang pernyataan Robert Rene Albert tentang tekanan supporter, pelatih berusia 55 tahun tersebut menganggap jika pemain Arema Fc dinilai pandai memanfaatkan kelemahan dari Maung Bandung. Meski dia pun mengakui jika sebiji gol dari Persib Bandung murni kualitas sang pemain.

“Saya sudah tahu tentang video (teror supporter) itu. Sebelum pertandingan tadi Robert sempat memberi tahu saya, tapi terlepas dari itu anak-anak bermain cerdas malam ini,” pungkas Milo.

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad