Kacang Ijo Gula Aren, Menu Takjil Turun Temurun ala Masjid Baiturrohim

Kacang Ijo Gula Aren, Menu Takjil Turun Temurun ala Masjid Baiturrohim

Anak-anak di lingkungan Kelurahan Purwantoro yang menikmati takjil di Masjid Baiturrohim (Brahmantyo / aremamedia.com)

MALANG – Berpuasa yang baik selain beribadah adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang halal dan mampu memberi manfaat bagi orang lain. Sejalan dengan hal tersebut maka setiap individu haruslah menyiapkan kondisi fisik yang prima.

Waktu berpuasa selama kurang lebih 13 jam apabila tidak ditunjang dengan nutrisi yang cukup dan dihadapkan pada aktivitas seperti bekerja maupun bersekolah tentu akan berdampak pada hilangnya konsentrasi dan menurunnya daya tahan tubuh.

Asupan makan dan minuman sehat menjadi hal wajib apabila ingin tetap fresh dalam menjalankan aktivitas sembari menjalankan ibadah puasa. Olahan kacang hijau menjadi jawaban dari permasalahan tersebut.

Kacang hijau sering ditemui pada bulan puasa terutama di masjid-masjid yang menyediakannya sebagai menu takjil. Rasanya yang manis dan segar menjadikannya menu idola di bulan puasa.

Bahkan, di Masjid Baiturrohim yang berlokasi di Jalan Ciliwung, Kota Malang, kacang hijau menjadi menu wajib di setiap Ramadan. Bagi warga Kelurahan Purwantoro, olahan kacang hijau yang dibagikan takmir masjid Baiturrohim adalah menu favorit untuk membatalkan puasa.

Pasalnya, olahan kacang hijau yang disediakan di masjid Baiturrohim tidak memakai gula pasir sebagai pemanis, melainkan menggunakan gula aren atau biasa dikenal sebagai gula jawa. Rasa yang dihasilkan kacang hijau yang menggunakan gula jawa terasa lebih nikmat dan lebih untuk kesehatan pastinya.

Takmir Masjid Baiturrohim, Teguh mengatakan, tradisi memberikan takjil kacang hijau menggunakan gula jawa telah ada secara turun temurun. Selain memberikan cita rasa yang khas gula jawa dipercaya mampu memberikan stamina lebih bagi pengkonsumsinya.

“Kacang hijau memang merupakan menu utama takjil kami disetiap tahun. Peminatnya pun hampir semua elemen masyarakat dari orang tua hingga anak-anak. Di Masjid Baiturrohim sendiri kegiatan ibadah pada bulan puasa diawali dengan tadarus Al Quran yang dilakukan oleh anak-anak kecil pada sore hari dan secara bersama kemudian mengkonsumsi kacang hijau gula jawa dan makanan berat pada waktu berbuka tiba,” ucapnya.(*)

 

Pewarta : Bramantyo (kontributor)

Editor : Shuvia Rahma