Jusuf Wanandi: Generasi Muda Diuntungkan dengan Revolusi Industri 4.0

Jusuf Wanandi: Generasi Muda Diuntungkan dengan Revolusi Industri 4.0

Para petinggi Universitas Prasetiya Mulya dari kiri ke kanan: Prof. Janson Naiborhu, Ariya Hidayat, Jusuf Wanandi, Prof. Dr. Djisman Simandjuntak, Prof. Agus W. Soehadi. (Foto: istimewa)

JAKARTA – Pesatnya perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk bergegas menjadi negara maju.
Khususnya generasi muda pemegang peranan penting, karena merekalah yang kelak akan menjadi pilar bangsa di masa depan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pembina Yayasan Prasetya Mulya, Jusuf Wanandi. “Pengusaha muda bertalenta, kreatif dan inovatif akan diuntungkan dengan hadirnya gelombang revolusi industri keempat ini,” kata Jusuf.

Hal ini, lanjutnya, karena gaya hidup yang serba digital, sangat dekat dengan generasi muda saat ini. “Tentu saja memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka untuk meraih kesuksesan di era kehidupan 3.0, revolusi quantum 2.0 dan industri 4.0.,” jelas Jusuf Wanandi dalam rilis yang diterima kabaredu.com.

Ditambahkan Rektor Universitas Prasetia Mulya, Prof Dr Djisman Simanjuntak, dalam kaitan itu pihaknya memahami pentingnya peran institusi pendidikan tinggi khususnya dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Upaya Prasetiya Mulya dalam menjawab tantangan di era disrupsi ini, kata Djisman, salah satunya dengan mengedepankan kolaborasi antara bisnis, sains dan kewirausahaan.

“Oleh karena itulah dibentuk School of Applied STEM yang memberikan beragam pilihan bagi peserta didik untuk mengembangkan minat mereka dalam bidang teknologi dan bisnis,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, sambungnya, Prasetiya Mulya memasuki suatu era baru dan era ini sangatlah penting. Kalau kita terus mempertahankan model yang tidak berbasis pada sains dan teknologi, upaya kita mengejar kecepatan lepas (escape velocity) akan terundur lagi dan (terundur) lagi.

“Dengan adanya kolaborasi tersebut, suatu bisnis akan menjadi semakin kompleks, berkelanjutan dan inklusif. Kita harus terus bergegas hingga tiba ke status sebagai negara maju,” tegas Prof. Djisman. (*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad