Junaidi, Sukses Bersama Es Dawet Lele

Junaidi, Sukses Bersama Es Dawet Lele

Junaidi di salah satu outlet es dawet lele miliknya (Feni)

MALANG – pecel lele, lalapan lele. Makanan berbahan ikan berkumis itu mungkin sudah akrab di lidah. Atau mungkin cukup sering terdengar. Bagaimana kalau dawet lele? Mustahilkah?
Ternyata tidak, sebab salah satu entrepreneur muda, Junaidi Wibowo terbukti mampu mengolah lele yang notabene ikan beraroma amis menjadi es dawet yang segar dan nikmat, alias jauh dari kata amis.
Usaha pengolahan lele Junaidi dimulai sejak 2012 lalu. Ia membudidaya lele untul dijual kembali. Namun karena keuntungannya terlalu sedikit, Junaidi pum mencoba melakukan inovasi produk. setelah melakukan berbagai percobaan, es dawet lele yang disajikan lengkap dengan  santan dan gula aren, Junaidi kini mampu mendapatkan omzet antara Rp 9 juta hingga Rp 11juta per bulan dimana seporsi es dawet lele dijual dengan harga Rp 3000 sampai Rp 5000
“Usahanya sejak 2012 awalnya pembudidaya lele tapi dilihat-lihat kok nggak ada untungnya yaudah buat inovasi sendiri,”ucap pemilik dawet lele, Junaidi.
Junaidi mengaku kendala pertama yang dilalui adalah bau amis, karena ingin tahu yang lebih besar, ia menemukan formula baru untuk menghilangkan bau amis, yaitu dengan mencuci bagian daging yang sudah difilet dan memisahkan antara daging lemak dan darah “Tanya-tanya orang, dinas perikanan juga pada waktu itu, “ucap pria berusia 32th tersebut.
Junaidi menghabiskan 3 kilogram lele perhari dengan tambahan tepung beras dan sagu sebagsi campuran.
Kini Junaidi memiliki omzet hingga Rp 9- Rp 11juta Perbulan di 4 outlet dawet lele yang dimiliki antara lain, Sarangan,Swalayan Ikan, Telukbayur, dan Rampal.(Mx5/ara)