JSA Universitas Negeri Malang, Tingkatkan Kompetensi Guru MI.

JSA Universitas Negeri Malang, Tingkatkan Kompetensi Guru MI.

MALANG . Jurusan Sastra Arab (JFA) Fakultas Sastra (DS) Universitas Negeri Malang (UM) melalui tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat (abdimas), mensosialisasikan Keputusan Menag No. 183/ 2019.
Sosialisasi dan implementasi kurikulum pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab ini diperuntukan bagi guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/11) lalu di MI Manba’ul Ulum Japanan Kemlagi Mojokerto.

Kegiatan dilakukan secara luring (offline) demi efektivitas dan optimalisasi output kegiatan, setelah mendapat izin dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat.
Sosialisasi dan implementansi untuk kepala madrasah, guru mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab MI dari tiga kecamatan, yakni: Kemlagi, Gedeg dan Jetis atau total 14 MI sekitar 45 orang.
Ketua Tim Abdimas, Dr Yusuf Hanafi MFI.I mengajui, peserta memang dibatasi untuk pencegahan penyebaran COVID-19.

Yusuf Hanafi, berharap para guru MI dapat memahami dan menerapkan kurikulum tersebut dalam praktik pembelajaran agar kelak lulusan madrasah memiliki kecakapan hidup abad XXI, “Sekaligus mampu menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0,” tambahnya.

Sementara Machfudz Fauzi MPd dari Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto memberikan apresiasi kegiatan abdimas Jurusan Bahasa Arab UM ini.
Menurutnya, saat pandemi seperti sekarang ini tidak banyak madrasah yang mendapat sosialisasi kurikulum PAI dan Bahasa Arab terbaru secara langsung. “Saya berharap kegiatan seperti ini ditindaklanjuti dengan program lain agar guru-guru dapat mengaplikasikan apa yang diperoleh dari kegiatan ini,” ujarnya.

Yusuf Hanafi, mengatakan kurikulum bahasa Arab terbaru mengalami penyempurnaan dari segala aspek, termasuk KI dan KD. Hal ini juga didukung dengan disediakannya buku teks sebagai wujud kurikulum Bahasa Arab terbaru yang dapat diunduh secara gratis di website Kemenag.
Terkait metode pembelajaran, guru hendaknya beralih pada pembelajaran yang terfokus pada siswa (student centered).

Adapun dalam penyampaian materi kedua yang disampaikan Dr. Achmad Sultoni, M.Pd.I mengatakan dengan tema Kurikulum Pendidikan Agama Islam berdasarkan KMA no. 183 Tahun 2019 dinyatakan para guru hendaknya menerapkan pembelajaran PAI yang berorientasi pada terbentuknya empat ketrampilan dasar abad 21, yaitu berpikir kritis, kolaborasi, kreatifitas dan komunikasi.

Selain itu, pembelajaran hendaknya dikaitkan dengan kondisi tempat tinggal siswa.
Pada penyampaian materi terakhir, Dr. Mohammad Ahsanuddin, M.Pd. menjelaskan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Arab dan PAI. Dikatakan dalam kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini perlu adanya pemanfaatan teknologi pembelajaran digital supaya pembelajaran yang dilakukan menarik dan bermakna, dan agar siswa dapat merasakan pentingnya belajar meskipun dilakukan secara daring.

Kegiatan pelatihan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Sebanyak 97% menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dan berharap ada kelanjutan program pelatihan. Semoga kegiatan pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang optimal. Sehingga guru-guru memahami perubahan yang ada dan dapat melaksanakan tugas sebagai pendidik secara profesional serta bertanggungjawab.

Pewarta: Sapteng Mukti Nunggal
Editor: Noordin Djihad