Janda Anak Satu Diringkus Satreskoba Polres Malang Kota

Janda Anak Satu Diringkus Satreskoba Polres Malang Kota

Kapolres Makota AKBP Asfuri, didampingi Kasat Reskoba AKP Syamsul H, Kabag Ops Kompol Sutantyo, Kasubag Humas Polres Makota Ipda Ni Made S Marhaeni, saat merilis 35 kasus narkoba di Mapolres Makota. (Foto: Irawan - aremamedia.com)

MALANG – Seorang janda umur 32 tahun dengan anak satu, ChM alias Me, warga Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun, bersama 34 tersangka kasus narkoba lainnya, berhasil ditangkap Satreskoba Polres Malang Kota, dalam operasi tumpas narkoba, selama dua minggu yakni 26 Januari hingga 06 Februari 2019 di berbagai tempat.

Me sendiri menurut data dan informasi yang dihimpun aremamedia.com di lapangan, adalah salah seorang mami LC di salah satu karaoke kawasan Sukarno-Hatta.

Tersangka Me ditangkap Buser Reskoba pada Sabtu (26/01/2019) lalu, di rumahnya dengan kedapatan barang bukti sebesar 3,10 gram sabu – sabu.

Abdul Hakim (40), kakak kandung Me menceritakan, adiknya selama ini menggeluti usaha onlineshop di rumahnya seperti tas dan pakaian atau lainnya. “Jika malam hari baru nyambi kerja di karaoke. Cuma sebagai apa keluarga kurang tahu,” ucap Abdul Hakim.

Masih kata Hakim, sewaktu dilakukan penangkapan pihak kepolisian, keluarga juga dikecohkan dengan alasan, semua polisi temannya. “Dengan santainya pergi gitu aja. Baru esok paginya seraya menangis, jika dirinya saat ditahan di Polres Malang Kota, akibat tersangkut kasus narkoba,” jelas Abdul Hakim, saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Menurut pengakuan Me, saat diinformasikan Abdul Hakim, Me baru memakai sekitar tiga bulan lalu. “Dengan alasan untuk memberikan kekuatan energi buat aktivitasnya yang padat,” cerita Abdul Hakim sebagaimana dituturkan Me.

Abdul Hakim menambahkan, sewaktu di Polres Malang Kota, adiknya sempat menunjuk kepada salah seorang, saat berada di salah satu ruangan, dipertemukannya antara keluarga dan Me serta 7 orang tersangka turut berada di ruangan tersebut.

“Keluarga pasrah dan tidak bisa berbuat banyak, hanya mengandalkan kakaknya yang nomor 1 untuk mengurusi adiknya yang nomor 5 tersebut, saat ini tersandung kasus narkoba,” tambahnya.

Terpisah, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, mengungkapkan, jajaran Satreskoba berhasil mengungkap kejahatan narkoba di Kota Malang sebanyak 33 kasus, dengan tersangka 35 orang. “Barang bukti yang berhasil diamankan 1,8 ons jenis sabu – sabu, sedangkan jenis ganja 1,4 kg.

“Sementara pil ekstasi sebanyak 232 butir, serangan pil koplo (LL) sebanyak 9.559, saat ini diamankan sebagai barang buktinya. Terakhir, penyitaan miras sebanyak 1367 botol, dari 37 kasus,” ungkap Kapolres, saat menggelar press conference di Mapolres Makota, Jumat (08/02/2019).

Menurut Kapolres, dari 35 tersangka, 13 orang merupakan pengedar, dan sisanya 22 orang penyalahgunaan narkoba. “Apakah pengedar tersebut memiliki jaringan, ini masih kita dalami. Sasaran peredaran adalah mahasiswa, pelajar, orang umum atau pekerja hiburan,” kata Kapolres.

“35 tersangka tersebut, pastinya kita ancam pasal 112 atau 114, akibat penyalahgunaan atau sebagai pengedar narkoba. Ancamannya kurungan penjara pasal 112 yakni 4 tahun penjara, dan pasal 114 ancamannya 5 sampai 20 tahun penjara,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Irawan
Editor : Noordin Djihad