Jadi Korban Kerusuhan Suporter, Siswa Ini Terancam Tak Bisa Ikut UNBK

Jadi Korban Kerusuhan Suporter, Siswa Ini Terancam Tak Bisa Ikut UNBK

Pemain Arema dan official tim saat menjenguk Yuniko (Djoko Winahyu / aremamedia.com)

 

MALANG – Seorang pelajar MTS di Blitar saat ini Selasa (17/4) tergolek tak berdaya dalam perawatan intensif di RSSA Malang akibat menjadi korban keributan yang terjadi di dalam Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang pada hari Minggu lalu.

Korban yang diketahui bernama Yuniko alfon, aremania Kademangan Blitar ini, dirawat di RSSA Malang molai kemarin ditunggui oleh kedua orangtuanya.

Menurut penjelasan Ayah korban, Irfanto, hari yang naas itu Irfan dipamiti anaknya untuk nonton pertandingan sepak bola Antara Arema FC Versus Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang bersama teman temannya.

“Sekitar pukul 11.30 Wib anak saya pamit mau nonton sepakbola ke Malang. Sebelum berangkat saya berpesan agar hati hati nggak usah ikut konvoi, berangkat sendiri saja dan cepat pulang nggak usah mampir,” kisah Irfanto menceritakan anaknya.

Saat menonton pertandingan Arema yang disiarkan di salah satu TV swasta, Irfan dan istri merasa khawatir. Pasalnya dalam tayangan Liverpool tersebut, dilaporkan telah terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.

“Sekitar pukul 22.30 Wib teman anak saya memberi kabar kalau Yuniko jadi korban kericuhan dan dirawat di RSUD Kanjuruhan. Saya langsung berangkat ke Malang sama istri,” jelas Irfan

Irfanto Menerangkan kalau awalnya di RS Kenjuruhan pakai BPJS tetapi ada sebagian obat yang harus beli. Melihat kondisi anaknya tidak sadar langsung minta dirujuk ke RSSA Malang.

” Alhamdulillah di RSSA ini barusan dijenguk managemen Arema FC dan para pemain. Managemen bilang kalau semua biaya perawatan akan di tanggung managemen Arema FC,” terangnya.

Sementara itu pihak manajemen, melalui media Officer Arema FC Soedarmaji menerangkan kepada awak media, pihaknya sudah berkomunikasi dengan dokter yang menangani pasien dan pihak RS untuk membuatkan surat pemberitahuan kondisi pasien,untuk diserahkan ke Sekolah, mengingat korban masih berstatus pelajar dan harus mengikuti ujian akhir.

“kita berharap korban ini bisa mengikuti ujian susulan nantinya,” imbuh Soedarmaji.

Soedarmaji menambahkan, selain Yuniko, satu lagi korban yang dirujuk ke RSSA atas nama
Nouval (Tulungagung) yang mengalami luka di kepala dan saat ini masih berada di UGD RSSA. Jika kondisinya membaik, Nouval rencananya akan dirawat satu kamar dengan Yuniko.

” Jadi mohon maaaf tidak bisa dijenguk dan di foto oleh pihak rumahsakit,” pungkas Soedarmaji.(*)

 

 

 

Pewarta :Djoko Winahyu

Editor : Shuvia Rahma