InMed, Aplikasi Layanan Kesehatan Terbaru di Kota Malang

InMed, Aplikasi Layanan Kesehatan Terbaru di Kota Malang

Simulasi penggunaan layanan berbasis aplikasi di acara launching InMed. (Foto: Yosep Kellen-aremamedia.com)

MALANG –  Dinas Kesehatan Kota Malang melaunching layanan kesehatan berbasis aplikasi. InMed nama aplikasi yang dilaunching hari ini, Selasa (23/10/2018).

Aplikasi ini merupakan versi ke dua dari Homedika ini. “Yakni layanan kesehatan berbasis aplikasi yang memudahkan pasien memperoleh akses kesehatan,” kata dr Gamal Albinsaid kepada wartawan, Selasa (22/10/2018).

Gamal sebagai penggagas InMed menambahkan, aplikasi ini dibuat untuk mengajak tenaga kesehatan di kota Malang. Tepatnya mengajak berkolaborasi membentuk layanan kesehatan dengan memanfaatkan momentum penetrasi teknologi.

“Seperti yg kita tahu, jumlah perbandingan dokter di masyarakat  sangat minim. Dengan aplikasi ini kami bisa meningkatkan tenaga kesehatan dalam aktivitas pelayanannya,” ujarnya.

Selain itu, Gamal menjamin aplikasi ini mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat. “Bayangkan dokter, perawat bisa ke rumah dan bisa ditelpon. Itu sangat memudahkan dalam transfer informasi,” jelas dokter yang membuka klinik kesehatan dengan sistem pembayaran sampah ini.

Saat ini, kata Gamal, InMed memiliki dua buah fitur. Fitur MedVisit untuk tenaga medis yang mengunjungi pasien dan MedTalk untuk layanan telepon.

“InMed memiliki tenaga medis yang  sudah dijamin kompetensi dan kelayakannya. Setiap tenaga medis telah melalui tahapan verifikasi yang ditunjang dengan Ijazah, surat tanda registrasi dan surat izin praktik,” jelasnya.

Saat ini InMed masih dibatasi di Kota Malang. Layanan awal  InMed digratiskan untuk  MedTalk. “Kami tidak ingin masyarakat untuk telepon saja harus bayar,” jelas Gamal.

Untuk layanan MedVisit digratiskan bagi yang tidak mampu. “Bagi yang mampu, saat ini digratiskan sampai program ini diterima baik dimasyarakat,” ujarnya seraya menambahkan yang ingin mendapat aplikasi ini, bisa mengunggah di playstore.(*)

Pewarta: Yosep Kellen (Mg-2)
Editor: Noordin Djihad