Inilah Wisata Tempe Desa Beji Sebenarnya

Inilah Wisata Tempe Desa Beji Sebenarnya

Dewanti Rumpoko, Punjul Santoso dan Edwin Yogas Patra Harahap bersama masyarakat Desa Beji. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

BATU – Isuk Dele Sore Tempe (IDESOTE) akhirnya bukan sekadar slogan. Festival Beji Kampung Tempe adalah jawaban sebenarnya, setelah beberapa bulan lalu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Kampung Hijau Tempenosaurus, gagasan Jatimpark 3 didukung UMM dan PT. Indana. Kala itu muncul kejanggalan, sebab di kampung hijau bukanlah sentra perajin tempe. Namun, Desa Beji berhasil menjawab terkait potensi sentra sebenarnya Desa Beji.

Dusun Karangjambe, sebagai perajin tempe terbesar dan telah puluhan tahun menekuni kuliner dari bahan dasar kedelai ini pun mengikrarkan kedigdayaannya di Lapangan Desa Beji Kota Batu, Jumat (23/8/2019) malam.

Diarak menggunakan dokar bersama dengan gunungan tempe, tumpeng, dan beragam kesenian menuju lapangan Desa Beji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko beserta Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, dan Pj Kepala Desa Beji Edwin Yogas Patra Harahap diajak melihat dan turut mengikuti proses pembuatan tempe di Omah Tempe.

“Ya kurang lebih 750 warga desa Beji tumplek blek menari kolosal dalam gelaran Festival Beji Kampung Tempe di Lapangan Desa Beji,” ungkap Pj Kepala Desa Beji, Edwin.

Sebelum dilakukan udan tempe ada sebuah prosesi sakral. Selembar kain berwarna putih diletakkan di atas tanah tepat berada di hadapan gunungan tempe, lalu di atas kain diberi dua kendi, satu berisi bunga, dan lainnya berisikan batu dan air. Kemudian terdapat tokoh masyarakat yang menyalakan dupa dan sapu lidi.

“Sebenarnya ini momen selamatan desa, namun sudah sejak setahun yang lalu niat untuk menumbuhkan ekonomi mikro dari sektor kerajinan tempe ini digagas oleh Pokja dan Pokmas Desa Beji,” imbuhnya

Lagu Gambang Dele pun tak luput dari sorotan. “Tarian serta lagu seni Gambang Dele asal Desa Beji ini diciptakan warga sini. Semoga dapat dikomersilkan agar bisa menambah nilai ekonomi, untuk mewujudkan Desa Berdaya Kota Berjaya. Saya memang bukan asli Beji, namun saya bangga,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad