Inilah 10 Komoditas Unggulan di Wilayah BI Malang

Inilah 10 Komoditas Unggulan di Wilayah BI Malang

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan di acara bincang santai dengan media, Selasa (27/2/2019). (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Penyerapan tenaga kerja di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) membuat Bank Indonesia memiliki pengembangan strategi tersendiri.

“Tujuannya untuk mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kelayakan dan kapabilitasnya sehingga menjadi bankable,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan saat bincang santai dengan media, Rabu (27/2/2019).

Dengan demikian, lanjutnya, pelaku UMKM harus bisa meningkat. Tidak hanya puas pada level mikro atau kecil, tapi minimal ke level menengah. “Misalnya ada penjual sate yang tiap hari memotong dua kambing. Semakin lama harusnya kambing yang dipotong bertambah, tidak hanya dua,” contohnya.

Pengembangan strategi Perwakilan BI Malang terhadap UMKM ini dilakukan melalui Baseline Economic Survei (BLS). “Penelitian komoditas, produk, jenis usaha (KPJU) ini berdasar pada tiga hal, yakni pertumbuhan ekonomi, daya saing dan penyerapan tenaga kerja,” terangnya.

Dari hasil penelitian itulah, lanjut Azka, didapat data 10 besar komoditas unggulan di Malang Raya dan beberapa daerah lain. Berbeda geografis dan potensi, berbeda pula komoditasnya.

“Hasil penelitian ini kami serahkan ke empat pilar UMKM bisa berkembang,” ujarnya seraya menyebut empat pilar yang dimaksud adalah Pemda, pelaku UMKM, kaum akademisi dan perbankan.

Mereka itulah, kata Azka yang menentukan skala prioritas pengembangan komoditas. “Karena penelitian ini mengidentifikasi berbagai peluang investasi di daerah. Tinggal sekarang bagaimana Pemda, akademisi, pelaku UMKM serta perbankan melakukan sinergitas mengembangkan UMKM di daerah masing-masing sesuai potensi,” tuturnya.

Salah satu UMKM oleh-oleh khas Kota Malang.(Foto: istimewa-aremamedia.com)

Sepuluh komoditas unggulan Kota Malang antara lain industri tempe, industri makanan ringan atau camilan, toko hp dan aksesoris, industri keripik buah, kue kering, toko elektronik, toko pakaian, pembuatan raket, warung ikan bakar, kafe atau resto.

Sedangkan 10 komoditas unggulan Kabupaten Malang meliputi padi sawah, kripik, ikan tuna, udang, kopi bubuk, tahu, tebu, kue kering, kerupuk, toko kelontong.

Di Kota Batu, 10 komoditas unggulan antara lain apel, aneka keripik/kerupuk, sari apel, wisata alam, kentang, wisata agro, warung makan campur, hotel melati, wortel, dan sari strawberry.

Kepedulian BI ini tak lepas dari data Kementerian Koperasi dan UMKM RI. Menurut data tersebut, pada 2013, jumlah UMKM di Indonesia tercatat 57,89 juta unit atau 99,9 persen dari total unit usaha.

Sektor UMKM pada tahun 2013 menyerap 114,14 juta tenaga kerja atau 96,99 persen dari total angkatan kerja yang bekerja. Kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB pada tahun 2013 cukup signifikan yakni sebesar 60,34 persen dari total PDB.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal