Ini Alasan PDI-P Kembali Tunjuk Cahyo Sebagai Ketua DPRD Kota Batu

Ini Alasan PDI-P Kembali Tunjuk Cahyo Sebagai Ketua DPRD Kota Batu

Cahyo Edi Purnomo usai dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Batu, di depan ruang Fraksi PDI-P. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

BATU – Ketua DPC PDIP Kota Batu Punjul Santoso, akhirnya membuka suara terkait gugurnya rumor Asmadi yang digadang bakal menjadi ketua DPRD Kota Batu periode 2019-2024. Diakui Punjul, ada tiga nama yang menjadi kandidat, yakni Cahyo Edi Purnomo, Asmadi, dan Sampurno. Melalui telepon seluler, Punjul Santoso membeberkan alasan Cahyo kembali ditunjuk partai sebagai ketua, pada Minggu (1/9/2019).

Pengalaman dan pemahaman Cahyo tentang seluk beluk DPRD Kota Batu, itu yang pertama, kata Punjul. Kedua, agar kelangsungan di pemerintah ada kelanjutan yang baik, kemudian tugas Cahyo selanjutnya pembentukan alat kelengkapan dewan beserta perangkatnya.

“Dimulai dari pemilihan tiga ketua komisi, badan legislatif, badan musyawarah, badan kehormatan, dan badan anggaran. Kemudian untuk ketua definitif partai peraih suara terbanyak akan menunjuk Ketua DPRD definitif, dan muncul nama Cahyo sebab beliau berpengalaman,” ungkap Punjul.

Sebagai informasi, wakil ketua DPRD Kota Batu sementara akan dijabat oleh Nurochman dari PKB. Sebagai Partai dengan jatah kursi terbanyak, Punjul menambahkan harus jeli dalam menentukan wakilnya, agar mampu secara maksimal mengayomi dan mengabdi kepada rakyat.

“Bisa dibilang, menambah lagi satu bulan. Kita lihat nanti bagaimana kepiawaian beliau membawa pimpinan utnuk membuat tata tertib dan sebagainya. Karena sifatnya sementara, tetap akan ada evaluasi berlanjutan,” ujar Wakil Wali Kota Batu ini.

Mendatang, pihaknya mengharapkan setelah pengalaman satu periode memimpin anggota dewan, Cahyo mampu menjadi seutuhnya pengayom dan menjaga martabat partai. Terlebih dalam hal menyuarakan perihal keberpihakan kepada rakyat, karena sudah menjadi bagian dari visi misi partai dengan logo banteng moncong putih tersebut. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad