IKIP Budi Utomo (IBU) Terapkan Penelitian Antar-PT di Kawasan Asia

IKIP Budi Utomo (IBU) Terapkan  Penelitian Antar-PT di Kawasan Asia

MALANG – Langkah spektakuler dilakukan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan IKIP Budi Utomo Malang. Perguruan tinggi yang lebih dikenal dengan IBU ini melakukan kerja sama lintas perguruan tinggi (PT) di dalam maupun luar negeri.

Terobosan ini menyusul prestasi IBU memberlakukan program Paperless yakni proses belajar mengajar dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT), tanpa menggunakan kertas yang sudah diberlakukan beberapa tahun terakhir ini.

Keberanian IBU menggagas sekaligus mengembangkan penelitian bersama lintas perguruan tinggi ini, menjawab tantangan sebuah perguruan tinggi yang harus mengikuti perkembangan, guna meningkatkan kualitas peserta didiknya.

Diharapkan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi utamanya bidang penelitian ini semakin memperluas wawasan mahasiswa. “Hasil penelitiannya dapat diaplikasikan tidak hanya di wilayah regional tetapi juga Nasional bahkan Internasional,” terang Rektor IBU Malang, Dr H Nurcholis Sunuyeko di Malang, Minggu.

Dua perguruan tinggi di Kamboja dan Thailand, siap melakukan kerjasama. Kedua perguruan tinggi tersebut masing-masing Aisyah Foundation Kamboja dan Walailak University Thailand. Sementara untuk yang di dalam negeri terdapat lima perguruan tinggi.

Menurut Nurcholis, bentuk kerja samanya berupa magang mahasiswa di negara-negara yang telah menjalin kerja sama dengan IBU. “Tentu saja mahasiswa yang magang didampingi dosen pembimbing,” ujarnya.

Diakuinya, penelitian bersama tersebut sebagai upaya mematangkan proses IIKIP Budi Utomo menjadi universitas yang telah dipersiapkan dua tahun terakhir ini. Berbagai persiapan pun telah dilakukan termasuk penambahan fakultas, program studi (prodi), dosen maupun karyawan. “Kami sedang menunggu izin yang sudah diajukan untuk tiga fakuktas teknik yakni Fakultas Teknologi dan Informasi, Teknik serta Fakultas MIPA,” terangnya.

Seperti diketahui, IBU Malang memiliki dua fakultas, yakni Fakultas Pendidikan, Eksakta dan Keolahragaan, serta Fakultas Ilmu Sosial-Humaniora dengan tujuh prodi dan satu program pascasarjana.

“Dengan adanya tambahan tiga fakultas nanti, persyaratan lima fakultas sebagai universitas bisa terpenuhi. harapan kami tahun depan sudah bisa terealisasi,” imbuhnya.

Selain dunia akademik, IBU juga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri di bidang olahraga, bahkan untuk meraih prestasi di tingkat regional, nasional mapun internasional.

Selama 2018, banyak prestasi yang diraih mahasiswa IBU dari dunia olahraga, di antaranya dari cabang anggar, voli pantai, pencak silat, dan sepak bola. (*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad