IKIP Budi Utomo Gandeng Ponpes Bahrul Maghfiroh Jadi Laboratorium Pembelajaran

IKIP Budi Utomo Gandeng Ponpes Bahrul Maghfiroh Jadi Laboratorium Pembelajaran

Rektor IBU dan pengasuh Bahrul Maghfiroh usai penyerahan perangkat pendidikan menuju revolusi 4.0, Kamis (16/5/2019). (Foto: SM Nunggal-aremamedia.com)

MALANG – Satu lagi ide kreatif IKIP Budi Utomo (IBU) yang perlu dicatat. Setelah lembaga pendidikan ini menerapkan pembelajaran seiring dengan perkembangan yang mengedepankan IT, kini IBU menggandeng pondok pesantren sebagai laboratorium pembelajaran.

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr. H Nurcholis Sunuyeko MSi, mengatakan, Ponpes Bahrul Maghfiroh sebagai pilot project pesantren berbasis teknologi pendidikan.

“Di Ponpes ini, IBU bakal menerapkan tiga misi pendidikan yakni akademik, riset dan pengabdian masyarakat,” tambahnya usai penandatanganan nota kesepahaman Kamis (16/5/2019) di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Jalan Joyo Agung, Malang.

Dibawah asuhan Prof Dr M Bisri yang pernah menangani perguruan tinggi besar, Nurcholis yakin Ponpes Bahrul Maghfiroh memiliki keteraturan manajemen dan proses pembelajaran yang baik, sehingga IKIP Budi Utomo tinggal memberikan suntikan- suntikan.

“Terutama untuk kurikulum, metodologi pembelajaran, kemudian bagaimana seorang guru mengajar dengan baik dan benar,” terangnya.

Sebagai laboratorium pembelajaran, menururtnya Ponpes Bahrul Maghfiroh dapat dijadikan sebagai tempat latihan sekaligus sebagai ladang pengabdian dan tempat penelitian.

“Sebagai laboratoriun tentunya ada unsur-unsur pembelajar, pengembangan dan tentu saja ada uji coba dengan membuka kelas sebagai pilot project,” ujar Nurcholis yang juga akan menerapkan pembelajaran berbasis IT.

Sementara Prof Bisri mengaku senang bekerja sama dengan IKIP Budi Utomo yang bakal menerapkan model berbasis teknologi. Menurutnya sangat tepat untuk menyiapkan santri calon pemimpin di era revolusi industri 4.0 ini.

Sesuai nota kesepahaman, Ponpes Bahrul Maghfiroh akan dijadikan laboratorium pembelajaran selama lima tahun sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangani.(*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad