IBU ‘mBakar’ Wartawan ke pantai Ngudel

IBU ‘mBakar’ Wartawan ke pantai Ngudel

Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko, M.Si. (Foto: istimewa)

KAB MALANG- Kembali IKIP Budi Utomo (IBU) mengajak bincang santai para reporter Malang Raya. Kali ini, Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko M.Si mengajak para reporter bakar-bakar ikan di Pantai Ngudel, Rabu (26/8/2020) sambil sharing segala sesuatu dengan santai. Karena itu tak heran jika acara ini dibungkus dengan titel IBU ‘mBakar’ (mblakrak karo) Wartawan.

Sekitar 30 wartawan mengikuti gathering di Pantai Ngudel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Rabu (26/8). “Ini bukan acara serius, hanya santai-santai di sela kejenuhan tugas para jurnalis. Sekaligus bentuk terima kasih kami karena sinergitas antara IBU dan awak media selama ini berlangsung dengan baik,’’ kata Nurcholis.

Berkat jurnalis pula, lanjutnya, masyarakat luas jadi tahu kalau IBU di tengah Pandemi Covid-19 ini sudah menerima pendaftaran di atas 1.000 mahasiswa baru. “Jumlah ini juga tak lepas dari kerja teman-teman jurnalis yang sering memberitakan IBU sehingga masyarakat mengetahui kiprah IBU yang tidak hanya kegiatan belajar mengajar (KBM) namun ikut mencerdaskan anak-anak bangsa melalui pengabdian masyarakat,” ungkapnya.

Rektor IBU, Nurcolis bersama wartawan Malang foto bersama sebelum gathering di Pantai Ngudel. (Foto: istimewa)

Selain Nurcholis, terlihat hadir Kepala Bidang Kerjasama dan Humas (Kabikhum), Dr Rochsun M.Kes bersama staf serta mahasiswa asing peserta Darmasiswa yang masih tinggal di Indonesia. “Kami sengaja membawa mereka (mahasiswa asing,Red) agar memperkenalkan wisata di Indonesia terutama Pantai Ngudel ke Negara mereka,” kata rektor yang dikenal out of the box ini.

Sementara dari tiga mahasiswa asing, dua di antaranya mengaku mendapat kejutan saat diajak Rektor IBU ke Pantai Ngudel. “Kami tidak menyangka Pantai Ngudel sangat indah. Meskipun ombaknya besar, mataharinya sangat bagus. Terlebih saat matahari tenggelam,” ujar Hagar, mahasiswa asal Mesir yang berjanji akan mengajak teman atau saudaranya ke Ngudel jika ada kesempatan.

Hal berbeda disampaikan Aziza Akbari, yang di Negara asalnya, Afghanistan, tidak ada pantai. “Saya suka melihat ombak. Saya tidak capek bermain air di pinggir pantai. Pantai Ngudel indah, cemaranya juga bagus. Cocok untuk kemping,” katanya terbata-bata dalam bahasa Indonesia.

Karena mendapat kejutan istimewa tersebut, ketiga mahasiswa asing ini mengucapkan terima kasih kepada Nurcholis. “Terima kasih Pak Rektor karena mengajak kami ke tempat yang sangat indah. Kami akan sampaikan lewat media social bahwa di Kabupaten Malang terdapat pantai yang sangat indah, namanya Pantai Ngudel,” kata Hagar mewakili kedua temannya.(*)

 

Pewarta : Noordin Djihad