IBU Bebaskan Biaya Anak Guru Honorer dan Veteran

IBU Bebaskan Biaya Anak Guru Honorer dan Veteran

Rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko (depan bertopi,red) bersama jajaran dosen saat acara Samba episode Paripurna, Rabu (4/11/2020). (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Langkah berani dan langka dilakukan IKIP Budi Utomo Malang. Perguruan tinggi yang dikenal dengan IBU ini membebaskan biaya yang memberatkan untuk anak-anak guru honorer dan veteran.

Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi mengatakan, anak-anak guru honorer dan  veteran dibebaskan biaya pembangunan. “Tidak menutup kemungkinan juga akan dibebaskan biaya pendaftaran dan SPP,” ujarnya di sela Sambut Mahasiswa Baru (Samba), Rabu (4/11/2020).

Kali ini, Samba berepisode Paripurna karena telah diikuti seluruh calon mahasiswa. “Ada 1508 mahasiswa baru IBU. Lumayan meningkat dibanding tahun lalu, 1010 mahasiswa,” ujar Nurcholis.

Selain anak cucu guru honorer dan veteran, anak-anak yatim piatu juga mendapat pembebasan biaya dari IBU. “Kuotanya tidak banyak, hanya untuk 40 mahasiswa baru.” kata Nurcholis yang berharap peluang ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dasar pembebasan untuk anak-anak guru honorer dan veteran ini disesuaikan momentum Hari Guru dan Hari Pahlawan. “Sebagai penghormatan dari kami untuk guru dan pejuang kemerdekaan,” lanjutnya seraya mengingatkan agar segera mendaftar karena pendaftaran ditutup 30 November.

Di depan Maba, Nurcholis menyampaikan, kuliah di IBU tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga karakter spesial. Karakter ini berbeda dengan mahasiswa perguruan tinggi lain.

Karakter yang dimaksud adalah kebudiutamaan di kampus dan di tengah masyarakat.

Nurcholis lantas menyebut beberapa kiat yang membuat jumlah Maba IBU mengalami peningkatan. Di antaranya melalui gelar paket yang diawali dengan Paket Ramadan. Kemudian disusul Paket Lebaran, Kemerdekaan, dan Paket Pancasila Sakti. “Paket-paket tersebut kemudahan Maba untuk kuliah di IBU,” jelasnya.

Berbagai kemudahan itu, lanjutnya, bertujuan untuk membangkitkan semangat anak-anak untuk berkuliah.
“Bahkan IBU memberi keringanan untuk masyarakat korban pandemi Covid-19. Yang kena PHK gara-gara Covid, yang penting deal dulu, bayar belakangan,” jelas Nurcholis.

Untuk perkuliahan, IBU masih melakukan survei untuk yang tatap muka dan daring. “Kalau tatap muka harus tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk membawa surat keterangan sehat dan bebas covid,” tegasnya.

Untuk yang memilih daring, IBU menyiapkan aplikasi edlink yang dikembangkan sendiri oleh unit Teknologi Informasi IBU.(*)

Pewarta : Noordin Djihad