Hotel Tugu Sajikan Menu Multietnis Asia Tenggara Selama Ramadan

Hotel Tugu Sajikan Menu Multietnis Asia Tenggara Selama Ramadan

Marketing & Communications Manajer, Pratiwi Sasotya, menunjukkan menu la lao beef yang bumbunya asli dari negeri asal. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG — Di Bulan Ramadan 2019 ini Hotel Tugu Malang menawarkan kuliner buka puasa dengan menu multietnis Asia Tenggara. Bukan sekadar nama, namun bahan-bahannya juga didatangkan dari negeri asal.

Executive Assisatant Manager Hotel Tugu Malang Crescentia Harividyanti, mengatakan, sajian khas menu Asia Tenggara disebar di beberapa resto.

“Resto Melati menyajikan menu Malaysia dan Indonesia. Kemudian untuk menu Thailand dan Vietnam ada di restoran SaigonSan yang baru. Sementara di Und Corner kami sajikan hantaran unik berupa kombinasi Kawisari Premium Coffee dan kue tradisional Indonesia dan Peranakan,” paparnya, Selasa (7/5/2019).

Ditambahkan Marketing & Communications Manajer, Pratiwi Sasotya, beberapa menu yang disajikan antara lain Char Kway Teow Penang, kwetiauw goreng dengan udang dan kerang. “Ada juga Laksa Lemak Melayu, dibuat dengan santan segar dan pasta laksa buatan sendiri,” ujarnya.

Untuk masakan Vietnam, terdapat menu Bahn Bao yang terkenal di Hanoi dengan daging bebek hangat, biji bunga matahari dan ketumbar.

Ada juga, salad pepaya hijau favorit dari Bangkok – Som Tam, serta makanan jalanan khas Indonesia yang ikonik, di antara banyak hidangan lainnya.

Kue-kue tradisional Indonesia dan Peranakan yang ditata dengan cantik sebagai hantaran. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

Tya, panggilan akrab Pratiwi Sasotya, mengakui untuk lidah Indonesia rasa masakan Thailand atau Vietnam sangat keras. “Bumbunya kami ambil langsung dari negeri asal sehingga mungkin agak keras di lidah kita,” katanya menggambarkan bumbu rempah orisinil sebagai bahan masakan.

Perempuan langsing ini lantas mencontohkan menu sue rong hai atau la lao beef. “Bahannya dari daging sapi has dalam yang dipanggang dengan rempah-rempah dan daun-daun Thailand. Disajikan dengan saus khas Vietnam yg terdiri dari jeruk nipis, bawang putih, daun ketumbar dan kacang tanah,” urainya.

Untuk kudapan, Tya menyebut Tugu memiliki konsep membuat hantaran yang dibuat dari susunan kue-kue tradisional Indonesia dan Peranakan. “Kue-kue seperti kue mangkok, kue tok, dan beberapa jenis kue lain ditata menyerupai warna-warni permata sebagai alternatif untuk menyampaikan salam hangat dan harapan baik. Sebagai tudung saji kami pakai janur,” ujar alumnus Universitas Surabaya ini.

Dengan konsep ini, Tya menjamin tamu-tamu akan memiliki pengalaman makan malam berbuka puasa tematik yang unik.

“Pasti tamu-tamu kami bakal dapat pengalaman tak terlupakan saat berbuka puasa di sini. Terlebih dengan hidangan Thailand dan Vietnam yang berbeda ala ‘Chao Praya Nigh Market’,” tuturnya dengan mata berbinar. (*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal